Pandangan Media Polandia Terhadap Penampilan Debut Egy Maulana Vikri

Komentar()
BCN - Tomasz Rulski
Penampilan debut Egy Maulana Vikri dinilai cukup baik, tetapi dengan sejumlah catatan.

Egy Maulana Vikri mengukir debut kompetitif ketika memperkuat Lechia Gdansk II pada laga perdana 4.Ligi Polandia menghadapi GKS Przodkowo, Rabu (8/8) malam. Egy tampil pada 45 menit pertama dan tampil lumayan memikat -- dengan sejumlah catatan. Sayangnya, Lechia harus menelan kekalahan 1-0.

Goal Indonesia menghimpun sejumlah pendapat dari pengamat lokal tentang penampilan debut Egy. Simak selengkapnya!


"Egy Harus Tingkatkan Massa Otot"


Maciej Nierzwicki dari Lechia.net memaparkan kepada Goal Indonesia:

"Ada sepuluh pemain U-21 yang diturunkan dan ditambah pemain veteran, Steven Vitoria, pemain internasional Kanada yang baru saja pulih dari cedera. Sejak menit pertama, Lechia langsung menghentak. Kemampuan Egy diandalkan oleh teman-temannya dan dia pun mempercayai rekan-rekan setimnya."

"Pada menit ke-15 Egy memperoleh peluang terbaik. Dia berlari melewati sejumlah pemain lawan, lalu mengirim tembakan ke arah gawang, tapi bola dapat diselamatkan oleh penjaga gawang."

"Setelahnya, tempo pertandingan meningkat dan Egy sering mempertontonkan kemampuan individualnya. Sayangnya, rekan-rekan setimnya terlalu jauh atau aksinya mampu dibaca pemain belakang. Egy hanya bermain 45 menit. Tempatnya di babak kedua digantikan mantan pemain Juventus, Milos Krasic."

"Menurut pelatih, Egy sudah bermain dengan baik. Level permainannya masih di atas pemain lain. Dia mampu melepaskan umpan yang baik, tak terbendung lawan, tapi Egy harus lebih mempercayai kemampuannya sendiri."

"Ketimbang mencetak gol, dia lebih sering menggiring bola dan terus beraksi. Padahal, semua orang mempercayai kemampuan dan keterampilannya."

"Untuk menembus skuat utama, dia harus meningkatkan massa otot. Ingat, rata-rata orang Polandia 15-20 sentimeter lebih tinggi daripada orang Indonesia."


"Tembak Bolanya, Egy!"


Sementara, pendapat serupa dilontarkan Tomasz Galinski dari Wyborcza yang menulis:

"Egy menjadi pemain paling aktif di lapangan. Dia sangat mobil, beberapa kali tak bisa diimbagi rekan-rekan setimnya, dia sering berlari meliuk-liuk menggiring bola."

"Masalahnya, dia terlalu lama menahan bola. Dia punya dua kali kesempatan bagus melepas tembakan dari dalam kotak penalti, tapi malah mengoper bola. Dari bangku cadangan sampai ada teriakan, 'Egi! Tembak bolanya!'"

"Pemain 18 tahun ini mesti mengasah kemampuan bertahan. Tenaga seorang gelandang serang memang dibutuhkan di lini depan, tapi bukan berarti dia melupakan tugas bertahan."

"Sejauh ini kami tak punya kesempatan menyaksikannya beraksi. Dia bermain di laga uji coba, tapi itu tidak sama seperti pertandingan liga. Kami dengar dia punya kemampuan teknik yang baik dan itu sudah terbukti."

"Satu hal yang pasti, 4.Ligi bukan kompetisi yang tepat untuk tipe pemain sepertinya. Kemampuannya masih di atas. Tapi apakah dia akan memulai debut di tim utama? Sulit mengatakannya, karena berdasarkan penampilan melawan Przodkowo, kecil kemungkinan bagi pelatih Piotr Stokowiec memanggilnya untuk laga liga berikutnya."

Kredit foto: Tomasz Rulski

 

 

ARTIKEL TOP PEKAN INI I
1. Tanpa Bertanding, Indonesia U-16 Jadi Juara Grup
2. Everton Sepakati Transfer Yerry Mina
3. Jose Mourinho: Manchester United Harus Belanja Lagi
4. RESMI: Paolo Maldini Kembali Ke AC Milan
5. Marcus Rashford & Pemilik Nomor 10 Manchester United
Selengkapnya:
Daftar Artikel Terlaris Goal Indonesia

 

Tutup