Presiden Federasi Sepakbola Jerman (DFB) Fritz Keller meminta maaf secara terbuka setelah menggunakan istilan Nazi saat berbicara dengan wakil presidennya dalam sebuah pertemuan pekan lalu, mengatakan sikapnya adalah kesalahan besar.
Keller menyebut wakil presiden Rainer Koch, seorang hakim sipil, sebagai "Freisler," sebutan untuk hakim Nazi terkemuka Roland Freisler, seorang peserta di Konferensi Wannsee 1942 di mana Nazi menyusun rencana "solusi akhir" mereka untuk memusnahkan kaum Yahudi.
"Dengan ucapan saya saat rapat dewan Jumat lalu terjadap wakil presiden pertama saya Rainer Koch, saya melakukan kesalahan besar," kata Keller dalam sebuah pernyataan, Selasa (27/4).
"Saya berasumsi bahwa ia akan menerima permintaan maaf saya, yang saya sampaikan baik secara tertulis mau pun melalui telepon. Perkiraan ini salah."
"Pada saat perpecahan sosial, kita sebagai insan sepakbola, setelah kesalahan saya, maka mengulurkan tangan dan bersama-sama untuk memberikan tanda rekonsiliasi. Saya senang Rainer Koch siap untuk diskusi bersama."
Koch juga menjabat sebagai komite eksekutif UEFA.
Keller, yang terpilih sebagai presiden DFB pada 2019, dilaporkan terlibat konflik dengan para anggota dewan federasi lainnya menyusul serangkaian skandal dalam beberapa tahun terakhir yang memaksa pendahulunya, Reinhard Grindel dan Wolfgang Niersbach mengundurkan diri.
DFB adalah federasi terbesar di dunia dengan lebih dari tujuh juta anggota terdaftar. Jerman akan menjadi tuan rumah Euro 2024.
