Apakah kamu berusia 24 atau lebih?

Bantu kami memverifikasi usia Anda dengan memberikan jawaban yang jujur. Situs ini berisi iklan perjudian untuk 24+.

Konten yang dibatasi usia

Anda belum cukup umur untuk melihat konten taruhan. Anda akan dialihkan ke halaman utama.

alt
Spalletti Inter Italian Cup

Paceklik Kemenangan Inter Milan Masuki Tahap Kronis


OLEH    SANDY MARIATNAIkuti di Twitter

Untuk kesekian kali, tepatnya dalam sepuluh laga terakhir di semua kompetisi, Inter Milan kembali gagal meraup kemenangan. Skor imbang 1-1 kontra Crotone di Giuseppe Meazza, Minggu (4/2), menjadi yang paling gres.

Dalam sepuluh laga tersebut, Inter sebetulnya sempat sekali meraih hasil positif, yakni saat melawan Pordenone di Coppa Italia. Namun kemenangan itu terasa hambar karena diraih lewat adu penalti dan mereka kemudian langsung disingkirkan oleh rival sekota AC Milan di babak selanjutnya.

Terakhir kali Nerazzurri meraup kemenangan di waktu normal terjadi pada 3 Desember lalu ketika melibas Chievo 5-0 yang membuat mereka bertengger di puncak klasemen Serie A Italia. Dua bulan berlalu, tak ada yang menyangka Inter bakal terus-terusan puasa tiga angka, melorot ke posisi empat, dan hampir pasti keluar dari jalur perburuan Scudetto.

Jika kembali gagal menang melawan Bologna pada giornata mendatang, maka Inter bakal melewatkan sembilan laga Serie A tanpa kemenangan. Opta mencatat, ini akan menjadi catatan nirkemenangan terburuk La Beneamata sepanjang sejarah klub di liga domestik.

Namun, ada yang lebih mengkhawatirkan ketimbang rentetan hasil negatif tersebut. Tidak lain tidak bukan adalah buruknya performa tim dan lemahnya mentalitas para pemain.

GFXID Inter Kehabisan BensinRido Alamsah/Goal Indonesia

“Kami bermain jelek di setiap area,” ungkap pelatih Luciano Spalletti selepas laga melawan Crotone. "Kami rapuh. Ketika beberapa hal tidak berjalan sesuai rencana, kepercayaan diri tim langsung luntur. Ini memperlihatkan karakter tim yang lemah."

Menilik laga kontra Crotone, sangat sulit untuk melihat sisi positif dari Inter. Pergerakan para pemain terasa lambat, taktik yang mudah ditebak, dan terlalu banyak melakukan kesalahan individual. Kapten sekaligus topskor Mauro Icardi memang absen, namun kehadirannya barangkali tidak akan banyak membantu karena pasokan bola yang macet dari lini tengah.

Ivan Perisic, Antonio Candreva, dan Borja Valero melanjutkan performa buruknya dalam beberapa pekan terakhir. Saatnya bagi Spalletti untuk melakukan perubahan. Memasukkan Eder dan rekrutan anyar Rafinha Alcantara ke dalam Starting XI bisa menjadi solusi. Patut disayangkan pula transfer Javier Pastore dari Paris Saint-Germain pada Januari lalu berakhir hampa.

Spalletti Inter Italian Cup

Mentalitas dan deteriminasi para pemain Inter juga terlihat tidak beres. Ketika Eder sukses membuka keunggulan, Inter malah bermain tertekan dan seperti tidak berniat mencetak gol kedua untuk membunuh laga. Mereka seperti kehilangan arah dan tujuan bermain.

Dari yang awalnya diprediksi menjadi calon kuat pendobrak dominasi Juventus di Serie A musim ini, Inter ternyata masih dijangkiti penyakit lama. Mereka tampak mudah sekali kehabisan bensin sebelum waktunya.

Tidak segera menemukan solusi, maka Spalletti dan pasukannya mesti menghadapi realita pahit: level bermain mereka masih menyerupai tim papan tengah.

Iklan

SUKA CERITA INI?

Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami

Ikuti GOAL di Google