Unai Emery mengecam sikap dan komitmen Mesut Ozil, mengklaim skuad Arsenal tidak menginginkannya sebagai kapten tim.
Ozil jarang mendapat kepercayaan tampil secara reguler semasa The Gunners dilatih Emery, meski pun sang mantan manajer mengatakan telah mencoba yang terbaik untuk bisa bersikap positif kepadanya.
Namun, Emery menilai inkonsistensi performa yang ditunjukkan gelandang asal Jerman itu terjadi karena faktor sang pemain itu sendiri, bukan yang lain.
"Pada akhirnya ia harus bercermin," kata Emery kepada Daily Mail. "Atas sikap dan komitmennya."
"Saya berusaha sekuat tenaga untuk membantu Ozil. Sepanjang karier saya, pemain berbakat selalu menjadi andalan saya dan mereka bermain sebaik mungkin atau berusaha semaksimal mungkin selama bersama saya."
"Saya selalu positif terhadapnya dalam hal menginginkannya agar terlibat bersama tim, namun sikap yang ia tunjukkan, dan level komitmen, tidaklah cukup."
"Salah satu kapten tim [yang mungkin saya pilih] adalah Ozil, tapi ruang ganti tidak menginginkannya menjadi kapten."
"Level komitmennya tidaklah menunjukkan seseorang yang pantas menjadi kapten, dan bukan saya yang memutuskan, tapi para pemain."
Emery menunjuk kekalahan Arsenal 4-0 dari Chelsea di final Liga Europa musim lalu sebagai contoh kurangnya komitmen yang ditunjukkan Ozil.
Meski juru taktik asal Spanyol itu tidak mempermasalahkan performanya selama pertandingan, ia kecewa ketika Ozil menjadi satu-satunya pemain yang tidak muncul untuk berbicara empat mata dengannya sehari berselang.
"Dalam sepakbola itu ada komitmen," lanjut Emery.
"Kami kembali ke London pada pukul delapan pagi dan saya pulang ke rumah, tidur selama tiga jam, dan kembali ke Colney [kompleks latihan Arsenal]."
"Saya bertemu semua pemain pada hari itu. Ada percakapan langsung dengan masing-masing pemain. Hanya Ozil yang tidak mau datang."
"Saya tidak tahu [mengapa]. Ia tidak datang. Dan itulah yang kami katakan ketika kami berbicara tentang komitmen. Ketika komitmennya 100 persen maka semuanya datang."


