Agen Mesut Ozil menegaskan bahwa sang gelandang Arsenal masih merupakan salah satu olahragawan paling laku di dunia dan ingin fokus mengembangkan merek dagangnya sendiri setelah kontrak sepatunya selesai pada akhir bulan ini.
Sejumlah laporan di Jerman, Rabu (3/6) kemarin, mengklaim bahwa bintang berusia 31 tahun itu telah 'didepak' oleh Adidas di tengah kekhawatiran terhadap citra publik sang pemain serta adanya dampak finansial dari pandemi virus corona pada perusahaan pakaian olahraga asal Jerman itu.
Namun kubu Ozil mengonfirmasi bahwa sebenarnya bukan ada pemecatan, melainkan kedua pihak sudah bersepakat untuk menyudahi kontrak kerja sama yang telah terjalin selama tujuh setengah tahun terakhir dan bukan karena penurunan citra sang pemain terkait kontroversi yang pernah dimunculkan Ozil setelah menuyarakan dukungannya terhadap komunitas muslim di Uighur atau hubungan politiknya dengan presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan.
"Ia bisa saja menandatangani kontrak baru besok," kata agen Ozil, Dr. Erkut Sogut kepada ESPN. "Tidak ada yang memiliki jangkauan seperti yang dimilikinya di Liga Primer, jadi bisa Anda bayangkan daya tarik apa yang dimilikinya untuk banyak merek sepatu."
"Adidas tahu ia memilih untuk mengembangkan mereknya sendiri. Ia telah melakukannya di Twitter akhir-akhir ini sehingga sekarang saat baginya untuk membangun merek sendiri selagi masih aktif bermain."
"Itulah keunikan dalam sepakbola. Beberapa pemain mencapai akhir karier mereka dan mencoba untuk membangun sebuah merek, namun kami pikir terlambat jika seperti itu."
"Misalnya, beberapa tahun yang lalu, kami coba menjual topi, kaus dan pernak-pernik lainnya dalam lingkup yang kecil, ternyata semuanya habis terjual dalam satu jam."
"Itu hanya percobaan kami karena kami tidak diizinkan untuk berbuat lebih banyak lantaran ada perjanjian dengan Adidas. Tapi kami tahu ada minat [terhadap merek Ozil] di luar sana."
"Anda dapat bekerja dengan merek-merek besar seumur hidup seperti yang dilakukan David Beckham atau Zinedine Zidane, atau Anda membangun merek Anda sendiri, menggunakan waktu ketika masih aktif bermain untuk mempromosikannya.
Merek pakaian olahraga dan sehari-hari milik Ozil bernama M10. Ia baru-baru ini meluncurkan toko online dan berencana untuk memperluas portofolionya dalam beberapa bulan ke depan.
Meski sejumlah media di Jerman menyebut pertemuan Ozil dengan Erdogan berdampak buruk pada citranya, namun ternyata Adidas tetap dilaporkan puas bekerja sama dengan sang pemenang Piala Dunia 2014 karena memiliki jangkauan yang sangat luas di media sosial.
"Cerita yang ada memberi kesan bahwa satu pihak tidak menginginkan pihak yang lainnya," lanjut Sogut. "Itu tidak benar. Mesut ingin mempromosikan mereknya sendiri."
"Sekarang, ketika kontraknya berakhir, segalanya telah siap untuk dilakukan atau bahkan membangun merek M10 bersama dengan merek lainnya jika ia mau."


