LIPUTAN ALDI FATHIR DARI PALEMBANG
Pelatih Sriwijaya FC Oswaldo Lessa menilai kemenangan tipis 1-0 atas Borneo FC di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring kemarin menjadi modal bagi anak asuhnya untuk menghadapi Persib Bandung di pekan ketiga.
Oswaldo merasa puas dengan performa anak asuhnya, walau hanya memetik kemenangan tipis atas lawan yang diperkuat sepuluh pemain. Menurutnya, semua pemain sudah bekerja keras untuk mendapatkan tiga angka.
SIMAK JUGA: Sriwijaya FC Susah Payah Taklukkan Borneo FC
“Pertandingan yang sulit. Tetapi kami bermain dengan semangat, dan seluruhnya bekerja keras. Ke depan tim harus lebih kerja keras lagi. Kami harus begitu jika ingin juara. Selalu kasih seratus persen,” ujar Lessa.
“Saya tahu aham kualitas pemain kami, tidak perlu takut melawan Persib. Terpenting kami harus memiliki standar bemain sendiri. Tetap kompak, dan selalu berjuang. Ini tim sepakbola, semua mau saling bantu, tidak ada tua atau muda. Semuanya kompak.”
SIMAK JUGA: Dragan Pastikan Borneo Tampil Menyerang
Sedangkan bek Yanto Basna merasa senang bisa mendapatkan kemenangan di hadapan pendukungnya. Menurut Basna, kinerja lini belakang yang solid tak lepas dari masukan pemain senior.
“Ini pertandingan berat, karena memang pertandingan sedikit keras. Tetapi perjuangan kami tidak sia-sia, kami bisa dapat poin penuh. Banyak pemain senior di sini. Mereka pemain bagus. Banyak pengalaman berharga mereka berikan. Ini juga jadi motivasi kami,” jelasnya.
SIMAK JUGA: Sriwijaya FC Ingin Putus Lini Tengah Borneo FC
Namun, Sriwijaya FC terancam kehilangan pencetak gol kemenangan Hilton Moreira akibat menderita cedera lengan setelah berbenturan dengan Firly Apriansyah. Meski dianggap hanya mengalami memar, pihak rumah sakit tetap melakukan operasi kecil.
“Awalnya kami pikir ada retak. Namun setelah di-rontgen ternyata hanya memar, dan bengkak saja. Tulang-tulang lengan aman, namun mereka tetap menyarankan dilakukan operasi kecil. Pihak rumah sakit menyarankan Hilton istirahat dua hari, setelah itu bisa berlatih seperti biasa,” jelas dokter tim Ibadurahman. (gk-70)





