Berita Live Scores
Perjalanan

Oliver Bierhoff - Dari Austria Ke Serie B, Lika-Liku Karier Striker Kepala Emas Menjadi Legenda AC Milan

15.33 WIB 19/01/22
Oliver Bierhoff Milan 1999
Striker itu adalah pencetak gol kemenangan Der Panzer di final Euro 1996 saat timnya mengalahkan Republik Ceko.

Oliver Bierhoff dikenal oleh para pecinta sepakbola karena golden goal-nya untuk Jerman di final Euro 1996.

Ia kini disebut sebagai legenda Der Panzer dan raksasa Italia AC Milan, yang dibelanya selama tiga tahun (1998-2001).

Memang, ia tak bisa memberikan segudang gelar untuk Rossoneri, dengan Bierhoff hanya memberikan satu Scudetto pada musim 1998/99.

Namun, gelar ke-16 Milan saat itu berhasil mereka raih berkat penampilan impresif Bierhoff, dengan ia mengemas 19 gol di musim tersebut, termasuk hat-trick ke gawang Empoli pada Giornatta ke-33 dan mencetak gol kemenangan Milan atas Perugia di pekan terakhir untuk memastikan Scudetto.

Sebagai seorang pencetak gol ulung, Bierhoff diberkahi dengan kemampuan bola udara yang luar biasa, apalagi ia adalah seorang target-man, umpan-umpan lambung dari rekan-rekannya menjadi hidangan favoritnya.

Tetapi siapa sangka, kariernya tidak tak semulus seperti musim pertamanya di San Siro, bahkan Bierhoff tidak tenar di negaranya sendiri.

Bierhoff mengawali karier sepakbolanya bersama Bayer Uerdingen pada 1986, sebelum memutuskan pindah ke Hamburger SV dua tahun kemudian.

Bersama Hamburg ia hanya bertahan dua musim dan Borussia Monchengladbach menjadi tempat berlabuh berikutnya untuk Bierhoff.

Tapi baru setengah musim di Monchengladbach, ia kemudian hijrah ke Austria untuk bermain di SV Austria Salzburg pada 1991.

Setelah empat tahun berseragam Salzburg, keputusannya untuk hengkang ke Italia untuk bermain di Serie B bersama Ascoli terbukti tepat, karena Udinese memutuskan untuk merekrut Bierhoff pada musim panas 1998.

Bersama Udinese-lah, namanya mulai dikenal luas sebagai striker spesialis bola udara. Di musim pertama, ia sudah mencetak 17 gol untuk Zebrette.

Kemampuannya itu memang sudah ia miliki sejak bermain di Jerman, tetapi manajer Udinese Alberto Zaccheroni mampu memoles Bierhoff untuk semakin tajam di depan gawang lewat bola-bola udara.

Penampilan menakjubkan Bierhoff membuatnya masuk ke dalam skuad Jerman untuk Euro 1996, di mana sang striker menjadi super-sub untuk Der Panzer.

Dua golnya di final melawan Republik Ceko membuatnya dikenang oleh masyarakat Jerman, khususnya golnya di perpanjangan waktu yang memastikan Der Panzer keluar sebagai juara.

Pada waktu itu, UEFA masih memberlakukan aturan Golden Goal atau Gol Emas, yang akan membuat sebuah tim menang jika mencetak gol lebih dulu di perpanjangan waktu.

Dan karena gol Bierhoff itu, ia menjadi penyelamat dan legenda Jerman. Momen emasnya itu terjadi pada usia 28 tahun dan ia beru melakoni debutnya untuk Der Panzer beberapa bulan sebelumnya.

Kemudian di usia 30 tahun, tepatnya pada tahun 1998, Milan memutuskan untuk merekrut Bierhoff dan menjadi bintang selama waktunya di San Siro.

Selama tiga tahun berada di Milan, Bierhoff mencatatkan 44 gol dari 119 penampilannya di semua kompetisi, termasuk dua gol pertama yang ia cetak pada debutnya bersama Rossoneri di Serie A.

Bierhoff juga mencetak rekor di Serie A, dengan ia menjadi pencetak gol terbanyak lewat sundulan dalam satu musim, yakni 15 gol.

Pria yang kini berusia 53 tahun itu gantung sepatu pada 2003, setelah sempat bermain untuk AS Monaco dan Chiveo Verona.

Setelah pensiun, ia juga dinobatkan sebagai Hall of Fame AC Milan karena jasanya yang luar biasa untuk Rossoneri.

Dan sejak 2004, Bierhoff ditunjuk untuk menjadi manajer tim nasional Jerman.