Solskjaer Ronaldo Fernandes Manchester United GFXGetty/Goal

Bisakah Ole Gunnar Solskjaer Sulap Manchester United Jadi Garang Jelang Pertarungan Lawan Tim Papan Atas?

Dengan hanya tujuh pertandingan yang dimainkan, akan terlalu dini untuk menilai bahwa Manchester United tersingkir dari perburuan gelar Liga Primer.

Mereka akan memasuki jeda internasional dengan selisih dua poin dari pemuncak klasemen Chelsea, dan empat poin lebih banyak daripada torehan mereka di tahap yang sama musim lalu.

Tetapi jika performa United saat ini masih sama hingga liga dimulai lagi dua pekan mendatang, maka ada kemungkinakan bahwa pasukan Ole Gunnar Solskjaer akan kehabisan tenaga saat jeda akhir 2021, awal November nanti.

Hasim imbang 1-1 melawan Everton, Sabtu (2/10) WIB, membuat Setan merah hanya memenangkan dua dari enam pertandingan terakhir mereka di semua kompetisi, dengan kedua kemenangan itu datang berkat aksi heroik Jesse Lingard dan David de Gea di West Ham dan Cristiano Ronaldo saat melawan Villarreal.

Bagaimana bisa suasana hati pendukung berubah sejak kemenangan yang tak terlupakan atas Newcastle setelah jeda internasional Agustus lalu, dan Ronaldo memunculkan nyanyian fans di Old Trafford yang hampir tidak terdengar selama satu dekade.

Rentetan hasil itu datang melawan tim-tim yang harus dikalahkan Setan Merah, mengingat uang yang telah mereka keluarkan dan bakat yang mereka miliki, tapi mereka malah lebih banyak meraih hasil minor.

Dan itulah mengapa bisa terbukti sangat mengkhawatirkan, apalagi jadwal pertandingan selama satu bulan mendatang sangat mengerikan.

Laga kandang melawan Liverpool dan Manchester City akan membuat mereka gigit jari, setelah bertandang ke Leicester City dan Tottenham Hotspur, sementara dua pertemuan Liga Champions dengan Atalanta juga harus dimenangkan.

Kunjungan ke Stamford Bridge tidak lama setelah itu, yang berarti bahwa pertarungan hidup atau mati harus mereka lakukan, dan kemungkinan terburuk bisa terjadi jika United gagal meraih hasil positif.

David de Gea Manchester United GFXGetty/Goal

Jadi apakah ada yang salah dengan United, dan bisakah Solskjaer memperbaikinya?

Bukan untuk pertama kalinya dalam beberapa pekan terakhir, United mendominasi selama laga melawan Everton, tetapi terus berjuang untuk mempertahankan tempo dan ingin terus menekan untuk bisa mengalahkan tim asuhan Rafael Benitez.

Ini adalah perasaan yang tak asing bagi penggemar Setan Merah, yang telah melihat tim kesayangan mereka memiliki momen-momen bagus selama satu bulan terakhir tanpa mengendalikan permainan selama 90 menit sekali pun.

"Kami seharusnya memenangkan pertandingan ini," kata Bruno Fernandes kepada BBC Sport usai pertandingan. "Kami sebenarnya bisa menciptakan lebih banyak peluang. Kami semestinya tidak kebobolan gol seperti itu."

"Ini bukan pertama kalinya dan kami harus memperbaiki kesalahan kami dan melihat apa yang bisa kami lakukan."

Hampir seperti tweet terkenal dari akun resmi klub pada Desember 2013: "David Moyes mengatakan #MUFC harus meningkatkan kualitas di sejumlah area, termasuk umapn, menciptakan peluang dan bertahan." Dan itu semua masih menjadi kelemahan United bahkan hingga delapan tahun kemudian.

Sebenarnya, operan United - meski tidak sempurna - seharusnya bukan menjadi perhatian utama mereka, tetapi menciptakan peluang dan cara bertahan adalah sesuatu yang perlu ditingkatkan oleh Solskjaer selama dua pekan ke depan.

Bruno Fernandes Manchester United quote GFXGetty/Goal

Selain gol pertama Anthony Martial sejak Februari, tim tuan rumah berjuang untuk menghasilkan peluang nyata melawan The Toffees, dengan satu-satunya yang membuat Jordan Pickford kerepotan adalah sundulan Edinson Cavani saat kedudukan masih 0-0.

Itu menjadi semakin panas setelah United gagal mencetak gol dari 78 tembakan pada kekalahan kandang berturut-turut melawan West Ham dan Aston Villa, membuktikan bahwa Ronaldo tidak selalu bisa menyelamatkan mereka, meskipun aksi heroiknya pada pertengahan pekan lalu sangat menguntungkan Setan Merah.

Sementara itu, secara defensif mungkin ada masalah yang lebih besar, terutama dengan cederanya Harry Maguire.

Sejak 1972, United tidak pernah mencatatkan clean sheet lebih lama di kandang sendiri di liga, dengan kekalahkan domestik terakhir mereka di Theatre of Dreams terjadi sembilan pertandingan lalu, melawan West Ham pada pertengahan bulan Maret.

Mereka terlihat sangat lemah saat musuh melakukan serangan balik, dengan Andros Townsend bergabung bersama Paco Alcacer dan Javi Manquillo dalam mencetak gol dari situasi yang sama melawan United dalam beberapa pekan terakhir.

"Kami berada dalam kendali penuh dan mendominasi permainan, tetapi kami kebobolan gol dari tendangan sudut yang kami dapatkan," kata Solskjaer setelah pertandingan selesai. "Kami seharusnya bisa mengatasi itu."

"Itu adalah kasus yang sama saat melawan Villarreal dan itu pasti masalah yang harus kami perbaiki."

Ole Gunnar Solskjaer Manchester United GFXGetty/Goal

Jadi seberapa besar kemungkinan Solskjaer dapat membalikkan keadaan itu? Meskipun para pendukung terus menghadiri pertandingan, padahal permasalahan tim belum terselesaikan.

Terus terang, ini bukan situasi yang asing bagi pahlawan United saat meraih trigelar pertama dalam sejarah klub. Hal itu telah menjadi tema untuknya selama masa jabatannya di Old Trafford, dengan dia tak mampu membawa Setan Merah memenangkan pertandingan yang seharusnya menjadi milik mereka.

Mengingat pertandingan yang akan datang, itu seharusnya memberi United kepercayaan diri untuk meraih poin setelah jeda internasional. Tapi apa yang akan terjadi setelah itu?

Selama di bawah asuhan Solskjaer, United terlalu sering mengandalkan kemampuan individu pemainnya daripada kerjasama tim yang apik, dan kekurangan itu tampaknya menjadi hal yang seharusnya lebih dikhawatirkan daripada pertandingan yang akan datang.

"Kami tidak melihat tabel liga saat ini, tetapi tentu saja kami harus mendapatkan lebih banyak poin. Kami kehilangan poin di kandang dan kami seharusnya tidak melakukan itu," kata Fernandes.

"Jika kami menginginkan trofi di akhir musim, kami harus melakukan semuanya jauh lebih baik lagi dari sekarang."

Pembuktian itu akan dimulai di Stadion King Power, dua pekan lagi. Apa pun tidak lebih penting dari kemenangan dan musim ini bisa menjadi lebih buruk untuk United dan Solskjaer jika tidak ditangani dengan cepat.

Iklan

ENJOYED THIS STORY?

Add GOAL.com as a preferred source on Google to see more of our reporting

0