Arema FCPT LIB

Ogah Terus Dapat Kartu Merah, Pemain Arema FC Diminta Jaga Emosi

Sudah lebih dari satu kali Arema FC bermain dengan sepuluh orang di Liga 1 2021/22. Ogah terus terjadi, pelatih Singo Edan Eduardo Almeida, meminta anak asuhnya untuk lebih sabar.

Paling baru, Arema FC tampil sepuluh pemain ketika melawan Persebaya Surabaya, pada laga terakhir seri kedua Liga 1, di Stadion Manahan, Sabtu (6/11). Dendi Santoso diusir wasit setelah menerima kartu kuning kedua.

Kekurangan jumlah pemain, membuat Arema FC kesulitan untuk mengimbangi permainan Persebaya. Pertandingan tersebut berkesudahan sama kuat dengan skor 2-2.

Keadaan tersebut juga pernah dialami Arema FC saat melawan PSM Makassar, pada laga perdana Liga 1. Jayus Hariono mendapat kartu merah usai melakukan pelanggaran keras terhadap Sutanto Tan.

“Tapi memang harus diakui kami beberapa kali mendapatkan kartu merah dan harus sering bermain dengan 10 pemain,” kata Almeida, dikutip laman Liga Indonesia Baru.

“Kami berusaha memberikan yang terbaik saat dalam kondisi tersebut cepat yang kami lakukan pada kali ini,” sosok asal Portugal tersebut menambahkan.

Almeida, menyebutkan keseimbangan permainan Arema FC terganggu dengan bermain sepuluh orang. Ia menyatakan sulit untuk meraih tiga poin bila ada pemain yang diusir wasit.

“Tentu saja kami sangat ingin memenangkan pertandingan. Tetapi setelah kartu merah kami harus melakukan penyesuaian dengan pemain yang ada,” ucapnya.

Arema FC, menutup seri kedua dengan menempati posisi ketiga klasemen. Klub asal Malang tersebut mengoleksi 20 poin dari 11 pertandingan yang dimainkan.

Iklan
0