Skuad Portugal hancur lebur usai tersingkir dari Euro 2020. Namun, pelatih Selecao das Quinas Fernando Santos, menginginkan anak asuhnya tak larut lama dalam kesedihan, karena membidik gelar Piala Dunia 2022.
Portugal gagal mempertahankan gelar usai dikalahkan Belgia, pada babak 16 besar Euro 2020. Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan takluk satu gol tanpa balas di Stadion La Cartuja, Sevilla, Senin (28/6) dini hari WIB.
Kekalahan yang dialami tersebut terasa sangat menyakitkan. Mengingat, sepanjang pertandingan dilaksanakan, Portugal memegang kendali permainan dan menciptakan banyak peluang.
"Ini kekecewaan besar bagi kami karena kami yakin kami bisa juara, seperti pada 2016. Para pemain menangis, seperti semua rakyat Portugal," kata Santos, dikutip laman UEFA.
"Ada hal-hal yang bisa dipetik di masa depan. Pada 2018 kami tersingkir dari Piala Dunia, pada babak 16 besar, dan tahun berikutnya kami juara Nations League. Kami harus melihat ke depan untuk mencoba menjadi juara Piala Dunia," Santos menambahkan.
Lebih lanjut Santos, menegaskan seluruh pemain Portugal sudah berupaya keras untuk meraih kemenangan di laga kontra Belgia. Akan tetapi, hasil dari pertandingan tersebut malah sebaliknya.
"Kami kecewa dan sedih. Saya memiliki beberapa pemain yang menangis di ruang ganti. Mereka memberikan segalanya. Belgia memiliki enam tembakan, dan mencetak gol. Kami memiliki 29 dan membentur tiang dua kali. Kekalahan adalah kekalahan. Sejujurnya saya tidak punya banyak kata untuk diucapkan saat ini."
"Kami semua menginginkan [kemenangan] dan yakin. Kami memiliki kepercayaan diri, dan yakin kami bisa mencapai final dan menang. Ini bukan soal adil dan tak adil. Kami kebobolan gol dan kami tidak bisa mencetak gol."
Selepas, menyingkirkan Portugal, Belgia bakal bersua Italia pada babak perempat-final Euro 2020. Duel tersebut dijadwalkan digelar di Allianz Arena, Munich, Sabtu (3/7).
