OLEH DONNY AFRONI & ADITYA WAHYU PRATAMA
Pelatih Semen Padang Nilmaizar mengakui tim besutannya bermain buruk ketika dicukur Madura United enam gol tanpa balas di Stadion Gelora Bangkalan, Senin (12/6) malam WIB.
Ini menjadi kekalahan terbesar Semen Padang di Liga 1 2017, dan memperpanjang catatan tak mampu mendapatkan poin di laga tandang. Mantan pelatih timnas tersebut juga menilai lini pertahanan Kabau Sirah terlalu longgar sehingga mudah ditembus.
SIMAK JUGA: Setengah Lusin Gol Antar Madura United Ke Puncak
“Kami ingin menang, tetapi gol Madura terlalu mudah, sehingga menurunkan mental. Tetapi itulah sepakbola, mereka bermain luar biasa di 15 menit pertama. Tetapi setelah gol kedua, mereka kehilangan koordinasi,” ujar Nil.
“Hari ini [Senin malam] tidak bagus, kami kalah 6-0. Mereka terlalu longgar di belakang, baik babak pertama dan kedua. Itu yang membuat kami kalah. Kami tidak bisa menyalahkan satu orang. Tapi secara umum kami tidak dalam performa terbaik. Semua lini berjalan kurang rapi, sehingga lawan dengan mudah memanfatkannya.”
Pascalibur Lebaran, Semen Padang akan menjamu Persela Lamongan di kandangnya pada 3 Juli. Nil berharap kesalahan seperti yang diperlihatkan di Madura tidak kembali terulang.
SIMAK JUGA: PREVIEW: Madura United - Semen Padang
Kekecewaan juga disampikan Novan Setyo Sasongko. Bek Semen Padang ini mengakui Kabau Sirah tidak bermain dalam performa terbaiknya. Kendati demikian, Novan tidak mau larut dengan kesedihan atas kekalahan telak itu.
“Kami sudah berusaha keras untuk menang, tapi hasil mengecewakan. Madura bermain lebih baik. Saya tidak ingin larut dengan hasil ini, dan akan berusaha memperbaikinya untuk pertandingan berikutnya,” imbuh Novan. (gk-62)

