Serangan Paris Saint-Germain hrus dipimpin Kylian Mbappe, demikian menurut Nicolas Anelka, yang menegaskan bahwa Lionel Messi "harus melayani" juara Piala Dunia itu.
Mbappe menjadi sosok andalan di PSG sejak kepindahannya dari AS Monaco pada 2017, dengan pemain asal Prancis berusia 22 tahun itu mencetak 136 gol dari 180 pertandingan pertamanya untuk klub.
Empat gol di antaranya dicetak Mbappe sejauh ini pada musim 2021/22, namun ia harus berbagi sorotan dengan Neymar dan rekrutan pada musim panas lalu, Messi, yang bergabung ke Parc des Princes secara gratis setelah meninggalkan Barcelona.
Muncul anggapan bahwa Mauricio Pochettino perlu membangun timnya di sekitar Messi untuk menghadirkan gelar Ligue 1 Prancis dan Liga Champions, namun Anelka berpikir Mbappe layak menjadi pemain utama di dalam skuad PSG.
Anelka, mantan pemain timnas Prancis yang mengawali karier bermainnya di PSG, mengatakan kepada Le Parisien: "Mbappe harus memimpin serangan karena dia No.1."
"Messi dulu nomor satu di Barcelona, tapi sekarang dia harus melayani Mbappe.
"Mbappe sudah berada di klub selama lima tahun dan Messi harus menghormatinya."
Meski begitu, Anelka mengaku bersimpati pada Messi, yang bereaksi setelah diganti lebih awal dalam debut penuhnya untuk PSG di pertandingan lawan Lyon pada 19 September.
Anelka yakin Pochettino telah melakukan kerusakan yang tidak dapat diperbaiki dalam hubungannya dengan perain enam Ballon d'Or itu.
Ketika ditanya apakah ia bersimpati dengan frustrasi Messi akibat pergantian itu, Anelka menjawab: "Sepenuhnya. Anda tidak bisa menarik keluar peraih enam Ballon d'Or pada menit ke-65, ketika dia belum mencetak gol untuk timnya."


