OLEH SANDY MARIATNAIkuti di Twitter
Susunan skuat Inggris pada jeda internasional Maret menghadirkan diskusi menarik. Ada Jack Wilshere yang kembali dipanggil setelah menepi dua tahun hingga absensi Harry Kane akibat cedera engkel cukup parah. Ada kekhawatiran Kane bakal tidak fit 100 persen di Piala Dunia 2018.
Namun ada satu isu yang barangkali lebih mengkhawatirkan ketimbang absensi Kane, yakni The Three Lions belum memastikan kiper nomor satu mereka untuk mentas di Rusia nanti.
Ini terlihat dari keputusan manajer Gareth Southgate yang memanggil empat kiper sekaligus untuk laga uji coba kontra Belanda (23/3) dan Italia (27/3) mendatang. Nick Pope menjadi muka baru dalam daftar ini, namun Joe Hart ikut disorot karena tetap dipanggil meski dalam performa buruk. Dua kiper lainnya adalah Jack Butland dan Jordan Pickford.
Sebelumnya, dalam tiga laga internasional terakhir, Southgate memakai tiga kiper yang berbeda di mana Hart, Butland, Pickford memiliki kesempatannya masing-masing. Hadirnya Pope pada Maret ini menjadi penegasan bahwa Southgate masih buta soal siapa yang layak berstatus kiper utama.
“Ada tiga slot kiper [untuk Piala Dunia] dan posisi itu tersedia untuk diperebutkan. Mudah-mudahan saya sudah mengklaim satu tempat. Kita lihat nanti bagaimana kelanjutannya,” ujar Hart optimistis, seperti dikutip dari Sky Sports News.
Hart, yang di musim ini kerap bergantian dengan Adrian sebagai kiper West Ham United, tentu saja memiliki pengalaman internasional paling mentereng ketimbang pesaingnya. Meski demikian, menilik statistik di Liga Primer Inggris 2017/18, kiper pinjaman dari Manchester City itu layak disebut sebagai kiper Inggris terburuk.

Hart memiliki angka paling jeblok dalam hal persentase penyelamatan (54,9 persen), lebih buruk ketimbang Karl Darlow, Fraser Forster, dan Ben Foster - tiga kiper Inggris lain yang tidak dipanggil Southgate. Artinya, Hart hampir selalu kebobolan dalam menghadapi dua tembakan yang mengarah ke gawangnya.
Dalam laga terbaru melawan Burnley, Sabtu (10/3), Hart bahkan kebobolan tiga gol seiring West Ham kalah telak di kandang sendiri. Ironisnya, di laga tersebut Hart harus menyaksikan pesaingnya tampil gemilang. Adalah Pope yang mampu menjaga gawang Burnley tetap steril.
Itu adalah clean sheet ke-11 yang dicatatkan Pope di musim ini. Ia juga berada dalam urutan teratas dalam hal persentase penyelamatan (77,5 persen) dan juga paling sedikit kebobolan (22 gol). Tidak diragukan lagi, Pope secara statistik adalah kiper terbaik Inggris saat ini.

Performa apik Pope juga tercermin dengan peringkat Burnley saat ini yang nangkring di urutan ketujuh klasemen. Tidak mengejutkan apabila kiper 25 tahun itu dipanggil masuk timnas, sesuatu yang tak pernah terbayangkan olehnya di masa mudanya.
Sempat dilepas oleh akademi Ipswich Town, Pope meniti karier profesionalnya dari dasar bersama klub non-liga Bury Town sebelum kemudian pindah ke Charlton Athletic. Namun, ia harus menjalani serangkaian masa peminjaman di divisi bawah, sebelum menjadi andalan Charlton dan merapat ke Burnley pada musim panas 2016.
“Rasanya mustahil. Saya tidak pernah berpikir untuk mencapai titik ini. Jadi tentu saja pemanggilan ini adalah pencapaian hebat dan sangat membanggakan bagi saya,” ungkap Pope kepada Clarets Player.
Pope memang sedang bagusnya-bagusnya, namun soal pengalaman internasional ia masih nol besar ketimbang Hart, Pickford, dan Butland. Tapi yang jelas, audisi mencari kiper nomor satu Inggris untuk Piala Dunia 2018 sudah dimulai dan Pope boleh berharap banyak.
