Neymar menyatakan dirinya dalam bentuk terbaiknya sejak tiba di Paris Saint-Germain dan siap bertarung habis-habisan demi menjadi juara Liga Champions.
PSG merekrut bintang Brasil itu dengan rekor transfer €222 juta pada musim panas 2017, dalam sebuah langkah yang mengejutkan dunia sepakbola Eropa.
Sang penyerang 28 tahun menutup empat tahun penuh kesuksesannya di Barcelona untuk menerima tantangan baru di Prancis, dengan harapan memperbesar kesempatannya memenangkan Ballon d'Or.
Namun, ia sejauh ini belum menunjukkan level permainan yang sama seperti di Camp Nou saat berada di Parc des Princes, meski pun sukses mengemas 70 gol dalam 82 penampilan pertamanya bersama pasukan Thomas Tuchel.
Serangkaian cedera menjadi kendala perkembangan Neymar di PSG, dan selain itu beberapa kali ia juga terganggu dengan masalah di luar lapangan.
Hanya saja, sejak batal pulang ke Barcelona pada musim panas tahun lalu, ia kini mulai menghiasi tajuk utama surat kabar dengan performa briliannya, dan mulai membungkam para peragu, setelah sukses meraih treble domestik 2019/20 dengan memenangkan Ligue 1, Coupe de France dan Coupe de la Ligue.
Momentum positif itu diharapkan Neymar berlanjut ke pentas Liga Champions, dengan tantangan berikutnya bagi PSG adalah melewati Atalanta di babak perempat-final sebelum terus melanjutkan ambisi juara.
"Selama tiga tahun ini saya telah memperoleh banyak pengetahuan," kata Neymar kepada laman resmi PSG.
"Saya telah mengalami saat-saat yang bahagia dan sulit, terutama ketika cedera tidak memungkinkan saya untuk bermain."
"Dengan bantuan rekan-rekan setim, saya dapat mengatasinya dan fokus pada apa yang benar-benar penting, performa kami di lapangan yang diterjemahkan menjadi gelar juara."
"Fans kami, klub dan semua suporter bisa melihat perjuangan kami dalam setiap pertandingan," lanjutnya.
"Saya dalam bentuk terbaik sejak saya tiba di Paris, tim ini seperti sebuah keluarga."
"Kami ingin menjuarai Liga Champions. Kami akan berjuang untuk itu karena kami belum pernah sedekat ini."


