Neymar Kylian Mbappe Lionel Messi PSG GFXGetty Images

Neymar Terkucilkan Dalam Kombinasi "Nyetel" Messi-Mbappe Di Paris Saint-Germain

Lionel Messi resmi menahbiskan kehadirannya di Paris Saint-Germain pada Selasa lalu saat ia melepaskan tendangan kaki kiri khas dari tepi kotak penalti untuk memastikan kemenangan 2-0 atas Manchester City di Liga Champions.

Itu adalah gol yang meneruskan assist Kylian Mbappe. Sentuhan nama terakhir bikin rekan setim barunya itu bisa menempatkan bola ke sudut atas gawang Ederson sekaligus mencetak gol pertama untuk PSG.

Messi mengakui fakta itu saat ia melakukan selebrasi, menunjuk sang pemenang Piala Dunia saat ia benar-benar membuktikan dirinya sebagai pemain PSG.

Namun, yang absen dari situ adalah Neymar. Pemain yang tetap mengunggah gambar bersama kedua pemain di ruang ganti dalam perayaan setelah pertandingan.

“Saya harap tidak segera bertemu dengan Anda, Tuhan melarang,” begitu tulis bek Chelsea Thiago Silva di kolom komentar.

Foto yang jadi pengingat bagi rival PSG di Eropa akan kekuatan luar biasa yang mereka miliki. Namun, potensi penuh belum kejadian. Terutama bagi Neymar yang berjuang untuk mencetak gol pada awal musim 2021/22.

Memang, pemain termahal di dunia ini beberapa kali terbilang tampil jelek sejak bergabung dengan PSG pada 2017.

Jika musim panas lalu mampu mengantar Brasil ke final Copa America sebelum dikalahkan Argentina pada partai puncak, patut dicatat bahwa ia hanya mengoleksi tiga gol di PSG dari permainan terbuka sepanjang 2021, yang mungkin bakal jadi sembilan bulan yang paling mandul dari seluruh kariernya.

Ya, tahun ini Neymar memang diselingi oleh gangguan cedera, tapi setelah kontrak baru, PSG berharap performa yang lebih konsisten.

Satu-satunya gol sejauh musim ini yang dicetak pemain penyerang berusia 29 tahun itu adalah penalti yang diberikan secara kontroversial dalam kemenangan 2-1 atas Lyon.

Neymar Mauricio Pochettino PSG GFXGetty Images

Kekhawatiran sedang terjadi di Paris.

“Gaya hidupnya… dia mulai mengalami akibat buruknya,” ucap Ludovic Obraniak, mantan gelandang timnas Polandia, kepada L'Equipe TV saat ia mengkritik penampilan Neymar melawan City.

“Dia tidak banyak berusaha. Dia tidak merawat dirinya sendiri seperti seharusnya,” tambahnya.

Hal-hal yang tidak cukup untuk Neymar terlihat terutama saat melawan juara Liga Primer Inggris tersebut. Lawan kelas berat yang membuatnya bersama dengan Messi dan Mbappe dapat membuat perbedaan.

Dia membantu lini defensif dengan sangat mengagumkan dan sebagian besar berlalu tanpa komentar dari para pengkritiknya, tapi ketika dalam posisi bertahan dia cenderung mencoba gerakan tidak perlu dan tidak dapat dijelaskan yang justru berpotensi menempatkan timnya dalam masalah.

Pada satu kesempatan, ia menghadiahkan penguasaan bola pada City, yang menghasilkan percobaan Kevin De Bruyne yang melebar tipis dari tiang kanan Gianluigi Donnarumma. Itu adalah salah satu dari sedikit ancaman yang akan dimiliki tim tamu.

Mungkin ini terjadi karena ia terjebak dalam posisi tidak biasa melawan tim elit yang menekan pemain lawan ke dalam kesalahan yang nyaris tidak dimiliki tim lain di planet ini, tapi terkadang sepertinya ia berusaha terlalu keras untuk menonjol.

Lionel Messi PSG GFXGetty Images

Hanya beberapa menit sebelumnya, Neymar mungkin telah membuat perbedaan di sepertiga akhir pertahanan lawan. Ia melakukan sentuhan pertama yang cukup bagus untuk memberikan umpan silang setelah ia gagal untuk melewati Kyle Walker.

Sepenuhnya percaya diri dan di puncak kekuatannya, ia mungkin telah membuat keputusan yang lebih baik.

Biar bagaimanapun, Neymar hanyalah manusia. Semua elemen di PSG musim ini berada di bawah tekanan lebih untuk tampil oke setelah jendela transfer musim panas yang luar biasa yang meningkatkan harapan klub.

Neymar tidak kebal dari kesalahan dan dapat dimengerti bahwa ia mungkin terlalu memaksakan diri dalam upaya untuk tampil mengesankan bersama dua rekan setimnya di lini depan yang sama-sama berlevel bintang.

Kolaborasi Messi dan Mbappe mungkin mulai mencuri perhatian dan mendapat sambutan positif.

Sebaliknya bagi Neymar, ia dikritik karena tampaknya kelebihan berat badan pasca-jeda musim. Sang pemain juga terlibat pertengkaran yang melibatkan Mbappe, di mana penyerang Prancis itu tertangkap kamera mengeluh bahwa Neymar tidak berminat untuk mengoper kepadanya dalam kesempatan emas di kotak penalti.

Neymar dapat tekanan paling besar dari dua nama lainnya itu, sebagian timbul dari harapan bahwa pemahaman yang ia miliki dengan Messi di Barcelona bakal segera tercapai.

Itu tentu tidak terjadi, dengan pemain asal Argentina itu malah terhubung lebih baik dengan Mbappe.

Untuk saat ini, assist terbaik yang diharapakan akan dibuat Neymar musim ini adalah yang membuat Messi pindah ke Paris Saint-Germain. Sekali lagi, ia memiliki pertanyaan untuk dijawab dan kritik untuk dibungkam.

Iklan

ENJOYED THIS STORY?

Add GOAL.com as a preferred source on Google to see more of our reporting

0