Bintang asal Brasil, Neymar da Silva, memecah keheningan dengan tegas untuk membantah kabar yang beredar mengenai teguran kerasnya kepada para pemain muda di skuad Santos saat jeda pertandingan imbang melawan Chapecoense (2-2), dengan menyebut laporan media tersebut sebagai "kebohongan yang menyesatkan", dan menegaskan bahwa apa yang terjadi adalah teguran kolektif untuk seluruh tim, bukan menyasar individu tertentu.
Menurut yang diungkapkan surat kabar Brasil "Globo Esporte", Neymar melampiaskan kemarahannya kepada dua rekan setimnya yang lebih muda di antara dua babak pertandingan, di mana ia menyebut Gabriel Bontempo sebagai "bodoh" dan menyarankannya untuk bermain bersama Chapecoense, yang berada di dasar klasemen Liga Brasil, pada musim depan.
Ia juga mengkritik dan meragukan kemampuan teknis João Ananias, yang mencetak gol bunuh diri pada menit ke-62, hal yang memicu ketidaksenangan luas di kalangan para pemain, staf teknis, dan anggota dewan direksi.
Bantahan keras lewat Instagram
Neymar bergegas membantah secara tegas melalui video yang diunggahnya di akun Instagram-nya, dengan berkata: "Saya melihat beberapa rumor beredar tentang teguran saya kepada para pemain yang lebih muda di ruang ganti. Ini sama sekali tidak benar. Saya mohon kepada siapa pun yang menyebarkan pernyataan ini untuk tidak melakukannya, jangan berbohong."
Ia menambahkan dengan nada tegas: "Kalian bisa bertanya kepada siapa pun di ruang ganti, itu adalah teguran untuk tim. Saya sudah berbicara, Lucas juga berbicara, Aráo, Gabi, dan Brazão... semuanya, dan tentu saja ada teguran-teguran, karena kami adalah kompetitor yang ingin menang, tetapi tidak ada teguran apa pun kepada para pemain yang lebih muda."
Penolakan tegas terhadap kebohongan
Mantan pemain Barcelona dan Paris Saint-Germain itu menegaskan penolakan totalnya terhadap apa yang ia sebut sebagai "kebohongan", dengan berkata: "Mulai sekarang, saya tidak akan menerima kebohongan-kebohongan yang kalian sebarkan di internet. Teguran di ruang ganti, terlepas dari siapa yang menegur, adalah hal yang wajar. Mereka yang menyebarkan laporan-laporan yang menyesatkan dan bohong ini tidak mengerti apa-apa, mereka tidak tahu apa itu sepak bola dan belum pernah menjadi bagian dari sebuah tim."
Selebrasi aneh dan kartu kuning
Neymar sebelumnya mencuri perhatian dalam pertandingan tersebut dengan gaya selebrasinya yang aneh saat mencetak gol keunggulan 1-0 pada menit ke-36, di mana ia pertama-tama meniru gaya bermain poker, lalu berlari menuju tiang bendera sudut untuk menggunakannya sebagai stik golf, dalam sebuah pesan yang jelas kepada para pengkritiknya, sebelum ia menerima kartu kuning karena mendorong dua pemain lawan, yang berarti ia absen pada pertandingan berikutnya akibat akumulasi kartu.




