Momen Neymar yang melupakan ego untuk menjadi eksekutor penalti dan memberikannya kepada Kylian Mbappe menuai pujiang dari pelatih Paris Saint-Germain, Thomas Tuchel.
Itu terjadi dalam kemenangan besar PSG 5-1 atas Istanbul Basaksehir dalam laga terakhir fase grup Liga Champions. Neymar yang sudah mencetak dua gol merelakannya agar Mbappe bisa mengakhiri paceklik gol di turnamen tersebut yang telah mencapai sembilan pertandingan.
Mbappe pun sukses mengeksekusi penalti sebelum kemudian menambah pundi-pundi golnya. Sementara Neymar juga pada akhirnya melengkapi malam indahnya dengan hat-trick, yang memastikan PSG lolos ke 16 besar sebagai juara Grup H.
Tuchel merasa senang melihat sikap pemain asal Brasil tersebut, menilai hal itu akan semakin meningkatkan kepercayaan diri Mbappe.
"Itu sikap yang bagus," kata Tuchel dalam konferensi pers pascapertandingan. "Ia memberikan bola itu dan sebenarnya bisa menjadi hat-tricknya."
"Juga tidak biasa bagi Ney untuk mencetak tiga gol dalam pertandingan yang sama. Ia memberikan bola kepada Kylian untuk mengakhiri rekor panjangnya tanpa mencetak gol di Liga Champions."
"Hati Neymar sangat besar. Ia selalu memikirkan rekan-rekan setimnya. Ia tahu betul betapa penting bagi penyerang dan bagi Kylian untuk mencetak gol."
Pertandingan di Parc des Princes pada Kamis (10/12) dini hari WIB dimulai pada menit ke-14, setelah laga awalnya digelar pada Rabu (9/12) namun dihentikan karena adanya dugaan aksi rasisme yang dilakukan wasit keempat.
Basaksehir memulai langkah mogok bertanding setelah asisten pelatih mereka Pierre Webo mengklaim telah menjadi korban rasisme yang kemudian diikuti oleh para penggawa PSG sebagai bentuk solidaritas.


