Neymar bersyukur dirinya dan segenap penggawa tim nasional Brasil terhindar dari cedera jelang beraksi di Piala Dunia 2018.
Kekhawatiran akan adanya pemain yang cedera diakui Neymar muncul saat bertemu Austria dalam laga uji coba internasional, Minggu (10/6), yang dimenangkan timnya dengan skor telak 3-0.
Di laga tersebut, Neymar dilanggar sebanyak delapan kali dan sang superstar Paris Saint-Germain menganggap laga melawan Austria seperti pertandingan UFC -- olahraga seni bela diri campuran.
Cedera memang menjadi momok bagi sang penyerang 26 tahun yang baru pulih dari kerusakan metatarsal sejak Februari lalu.
"Kami sudah dalam kondisi siap menghadapi UFC hari ini, tapi itu baik. Semua pemain mengakhiri laga tanpa luka," ujar Neymar selepas pertandingan.
Neymar menyihir publik Ernst-Happel-Stadion dengan gol indahnya pada menit ke-63, yang menjadikannya kini sejajar dengan Romario sebagai pencetak gol terbanyak ketiga sepanjang sejarah Brasil dengan 55 gol.
"Anda harus selalu percaya pada mimpi yang anda miliki," lanjut Neymar. "Anda bisa bicara, Anda seorang Brasil dan anda bisa bermimpi. Kami bermimpi lebih dan lebih. Mimpi adalah sesuatu yang tak dilarang."
Cedera juga memupus ambisi Neymar dalam Piala Dunia 2014 lalu di hadapan publik sendiri sehingga tak bisa tampil di laga semi-final ketika Brasil dihajar Jerman 7-1.
