Manajer Newcastle United, Steve Bruce, mengungkapkan ancaman di media sosial yang disasar kepadanya di tengah intimidasi kepada wasit Mike Dean dan Lee Mason.
Hal itu dikatakan Bruce pada sesi jumpa pers sebelum pertandingan pekan ke-24 Liga Primer Inggris kontra Chelsea di Stamford Bridge, Kamis (11/2).
Dean dan Mason sedang jadi pusat kontroversi untuk dua kartu merah yang kemudian dibatalkan FA pasca-banding dari klub masing-masing.
Kebetulan, Mason menjadi petugas VAR dalam dua laga yang dipimpin Dean saat nama terakhir mengeluarkan dua kartu merah kontroversial.
Kartu merah kepada bek Southampton Jan Bednarek dan kepada gelandang West Ham United, Thomas Soucek.
Imbas keputusan tersebut, kedua wasit menerima ancaman di media sosial hingga meminta cuti untuk laga akhir pekan ini.
"Media sosial adalah senjata yang sangat, sangat ampuh bagi semua orang yang terkait. Bagi saya, perusahaan besar ini harus mengawasi dengan lebih baik,” ucap Bruce dalam sesi jumpa pers pralaga.
"Pelecehan yang saya alami, ancaman pembunuhan, semua hal semacam ini, dan kemudian Anda melihat wasit ingin menjauh darinya karena dia melakukan kesalahan, orang mengancam nyawanya dan yang lainnya, itu benar-benar konyol.”
"Dalam percakapan yang saya lakukan dengan keluarga selama beberapa hari terakhir, kami berbicara tentang Mike Dean dan situasi yang dia rasakan, saya baru tahu bahwa saya juga mengalaminya.”
"Hal-hal yang mengerikan, yang benar-benar membuat saya tidak bisa bernapas. Mereka berharap saya mati karena Covid-19 dan semua ini. Benar-benar keji.”
"Itu harus dihentikan. Perusahaan-perusahaan besar ini harus mulai mengaturnya dengan lebih baik daripada yang telah mereka lakukan, itu sebuah keharusan,” pungkasnya.
Bruce terbilang gagal mengangkat performa Newcastle musim ini. The Magpies cuma dua setrip di atas zona degradasi dengan menempati urutan ke-16 dengan koleksi 25 poin.




