OLEH ERIC NOVEANTO Ikuti di twitter
Gelaran Piala Dunia 2022 masih dirundung suasana ketidakpastian dengan Qatar sebagai tuan rumah masih mengalami krisis diplomatik berkepanjangan.
FIFA, meski dianggap sebagian pihak sebagai langkah kontroversi, tujuh tahun yang lalu resmi menunjuk Qatar untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia edisi 2022 mendatang.
Pandangan negatif pun bermunculan, lantaran Qatar dinilai tak memiliki kapabilitas untuk bisa menyelenggarakan turnamen sekelas Piala Dunia, terutama jika merujuk pada prestasi tim nasional mereka di kancah internasional.
Berbentuk Peci, Stadion Baru Qatar Terinspirasi Dari Kultur Arab
Dalam sejarahnya, Qatar memang belum pernah sekali pun tampil di Piala Dunia. Demikian juga di pentas Piala Asia, dalam sembilan kali partisipasi, negara Asia Barat tersebut belum pernah lolos setidaknya hingga semi-final.
Kecakapan Qatar menjadi tuan rumah Piala Dunia makin dipertanyakan setelah munculnya krisis terutama dengan sejumlah negara tetangga yang ditandai dengan pemutusan hubungan diplomatik sejak Juni lalu.
Media asal Inggris, BBC Sport bahkan dalam sebuah artikel secara khusus melontarkan kritikan dan menyarankan agar Piala Dunia 2022 segera dipindahkan.
Suhu Politik Qatar Memanas, Ini Respons FIFA
"Diplomat dari negara-negara barat secara privat menyatakan mereka tak tahu apakah turnamen akan diselenggarakan sesuai rencana," demikian bunyi kutipan laporan tersebut.
Pemutusan hubungan diplomatik dengan sejumlah negara tetangga ai antaranya Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Mesir, Bahrain hingga Libya membuat Qatar kini dikabarkan mengalami kesulitan dalam melanjutkan proses pembangunan insfrastruktur pendukung turnamen.Arab Saudi salah satu yang paling frontal melakukan embargo pada Qatar, dengan menutup perbatasan darat. Sementara empat negara lainnya juga memutus hubungan yang biasa terjalin melalui wilayah udara dan perairan.
