Danilo Fernando - PSS SlemanAurelius Balakosa / Goal

Nasib Liga 1 Masih Buram, Manajer PSS Sleman Beberkan Sejumlah Kerugian

Berguirnya Liga 1 2021/22, masih belum ada kepastian hingga sekarang. Manajer PSS Sleman Danilo Fernando, menyebut mengalami sejumlah kerugian karena keadaan tersebut.

Semula Liga 1 dimulai pada 9 Juli 2021. Akan tetapi, PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB), memutuskan menundanya karena kembali melonjaknya kasus virus corona di Tanah Air.

PT LIB berencana memulai Liga 1 pada akhir Agustus mendatang. Namun, belum tentu terealisasi karena tergantung dari kondisi penyebaran virus corona masih tinggi atau tidak.

“Banyak kerugian dari situasi ini. Tak hanya dari aspek finansial, yang sudah pasti diderita klub-klub, tapi juga kondisi pemain dan psikis yang menurun. Program yang disiapkan oleh tim pelatih jadi percuma,” kata Danilo dikutip laman resmi klub.

Kendati begitu, Danilo dapat memahami keputusan Liga 1 ditunda. Terlalu berisiko bila tetap melaksanakan pertandingan di tengah kasus virus corona yang tinggi.

"Kami bisa mengerti karena memang berat situasi pandemi Covid-19 saat ini," ucap mantan pemain Persik Kediri tersebut.

PSS SlemanPSS Sleman

Sejak beberapa hari lalu, PSS sudah menghentikan aktivitas latihan bersama. Seluruh pemain diperintahkan berlatih dari kediaman masing-masing untuk menjaga kondisinya.

Keputusan tersebut diambil karena Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Pemerintah pusat mengambil kebijakan tersebut untuk menekan laju virus corona di Indonesia.

Hanya saja, Danilo menilai berlatih mandiri tidak terlalu efektif dijalankan untuk pemain. Ia menyebut pesepakbola membutuhkan latihan di lapangan.

“Idealnya, pengembalian performa itu tergantung pada masa PPKM. Jika sebulan, maka dibutuhkan 40 hari untuk mengembalikan performanya. Sebaliknya jika lebih dari sebulan, bisa 6 minggu,” ujarnya. 

Iklan
0