Persebaya Surabaya dan Persis Solo mengambil sikap terkait belum ada kepastian kembali bergulirnya Liga 1 2022/23. kedua klub tersebut berencana mengirimkan surat kepada PSSI.
Liga 1 terpaksa dihentikan untuk sementara waktu imbas dari tragedi Kanjuruhan yang terjadi pada Sabtu (1/10). Insiden nahas tersebut menewaskan 135 orang dan ratusan lainnya mendapat perawatan di rumah sakit.
PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) tak bisa mengasih kepastian kapan Liga 1 dilangsungkan lagi. Mereka masih menunggu arahan dari pemerintah untuk memutar kompetisi sepakbola kasta teratas Tanah Air tersebut.




"Di luar segala permasalahan tragedi itu, kan kita juga harus memikirkan ke depannya, harus seperti apa sebagai klub," kata pemilik Persebaya, Azrul Ananda usai berdiskusi soal masa depan sepakbola Indonesia dengan manajemen Persis di Solo, Senin (24/10) dikutip Antara.
Azrul menyatakan tidak cuma PSSI saja yang dikirimkan surat. Pihaknya bersama Persis juga akan mengasih surat kepada PT LIB selaku operator kompetisi.
"Kami berharap Persis sebagai salah satu klub masa depan, kami bisa berbagi. Kami bicarakan apa yang dialami. Bicara dengan mas Kaesang [Pangarep] dan mas Kevin [Nugroho]. Apalagi Solo dan Surabaya sama-sama dipakai untuk Piala Dunia [U-20 2023 Indonesia]," ucapnya.
Selain itu, Azrul mengatakan tragedi Kanjuruhan menjadi momentum untuk perbaikan sepakbola nasional. Ia berharap semua pihak saling bekerja sama agar kejadian serupa tidak terulang lagi.
"Kami sama-sama sepakat ada perbaikan di sepakbola Indonesia. Kami mendukung kebaikan sepakbola Indonesia, kalau itu harus KLB ya KLB. [Harapan] Kami yang utama adalah memang harus perbaikan, kami setuju itu," ujarnya.
"Itu yang lebih urgent [kompetisi berjalan] karena menyangkut pemain, kelangsungan klub-klub. Dua-duanya sama urgent karena berkaitan. PT LIB itu kan perusahaan, ketika pengurusnya tersangkut urusan, klub pemegang saham harus memikirkan what's next-nya," ia menambahkan.
Sedangkan, pemilik Persis Kaesang Pangarep menyebut butuh kepastian Liga 1 kembali dihelat. Menurutnya, situasi yang sekarang merugikan klub.
"Pasti harapannya liga jauh lebih baik ke depan. [Akibat dihentikannya liga] yang masih punya duit masih bisa gaji pemain, kalau Liga 2 udah pada teriak-teriak, Liga 3 apalagi," tutur Kaesang.
Kaesang menyampaikan buka berkomunikasi dengan Persebaya saja. Klub Liga 1 lainnya seperti Bali United, RANS Nusantara, dan Barito Putera juga diajak berbicara.
"Nanti kami nge-draf surat untuk RUPS, (terkait) Liga Indonesia dan KLB. Sebetulnya kami nggak masalah dengan pak ketua umum [PSSI], yang kami masalahkan ketika di tubuh PSSI ada juga pemilik tim itu kan sudah conflict of interest. Kami mendorong agar itu tidak terjadi."
