Kabar stadion Napoli yang berganti dari San Paolo menjadi Diego Armando Maradona mendapat protes dari sekelompok pendeta di Naples.
Walikota Naples, Luigi De Magistris memutuskan untuk mengubah nama stadion kebanggaan Partenopei untuk menghormati Maradona, legenda klub yang meninggal dunia pekan lalu pada usia 60 tahun karena serangan jantung.
Maradona sendiri bagi Napoli sudah lebih dari sekadar legenda, mengingat mantan striker asal Argentina itu mampu mempersembahkan dua Scudetto Serie A musim 1986/87 dan 1989/90, dua pencapaian tertinggi Napoli dalam sejarah kasta tertinggi Italia.
"Dengan resolusi yang disetujui hari ini, stadionnya kini dinamai Diego Armando Maradona. Resolusi itu diajukan oleh Walikota Luigi de Magistris, oleh anggota dewan bidang toponimi Alessandre Clemente, dan ditandatangani oleh seluruh anggota dewan kota yang bertemu di Palazzo San Giacomo," demikian pernyataan resmi kota Naples seperti dilansir Football Italia.
Banyak pihak, khususnya tifosi Napoli menyambut sukacita keputusan itu, namun tidak dengan sekelompok pendeta Naples, yang mengirimkan surat kepada uskup agung Crescenzio Sepe agar menentang perubahan nama tersebut.
Menurut mereka, perubahan nama tidak bisa diterima karena San Paolo merupakan nama yang sakral bagi umat Katolik di Italia, yang diambil dari nama Santo Paus, tokoh suci golongan Nasrani.
"Stadio San Paolo harus dinamai menurut nama orang suci yang menghadirkan Yesus bagi kita," tulis surat mereka yang dikutip Il Mattino.
"Dengan kerendahan hati kami merasa bertanggung jawab untuk memberi tahu Anda. Kami semua setuju pada satu hal: kami tidak ingin berdiam diri membiarkan itu terjadi. Tidak masalah untuk menamainya Stadio San Paolo-Maradona, seperti di Milan terdapat nama San Siro-Meazza."
"Saya akan berusaha di jalur yang benar untuk menyelamatkan iman dan menghormati sang juara."
Selain berprestasi bersama Napoli, Maradona juga sukses mengantar Argentina menjadi juara Piala Dunia 1986.


