Mantan direktur AS Roma, Walter Sabatini mengklaim gelandang Cagliari, Radja Nainggolan sebagai pembohong.
Nainggolan menjadi bagian dari skuad Roma setelah didatangkan dari Cagliari pada Januari 2014, saat itu Sabatini menjabat sebagai direktur olahraga Giallorossi.
Klaim pembohong dialamatkan kepada pemain berdarah Indonesia tersebut lantaran sikapnya yang tidak pernah berterus terang ketika di luar lapangan, seperti saat tertangkap basah pergi ke kelab malam.
"Nainggolan tidak bagus, ia tidak pernah ingin mengakui saya sebagai bagian dari kebahagiaannya," kata Sabatini kepada TeleRoma56.
"Saya sangat dekat dengannya, bahkan memeluknya saat ia berkeringat, sesuatu yang tidak akan pernah saya lakukan, bahkan dengan putra saya sendiri. Tapi ia tetap tidak bagus."
"Saya biasa meneleponnya semalaman ketika ia berada di Roma. Ia selalu bersumpah ada di rumah, itu tidak pernah benar, ia pembohong, ia selalu berada di suatu tempat dan sangat tercela bagi seorang profesional yang ketahuan mabuk di luar kelab malam, namun saya selalu mencintainya sebagai olahragawan."
"Tekel-tekelnya menarik untuk dilihat, ketika ia datang pada Januari [2014], saya pikir saya telah membuat kesepakatan terbaik dalam karier saya."
Nainggolan kemudian meninggalkan Roma pada 2018 untuk bergabung dengan Inter Milan, namun kiprahnya di Giuseppe Meazza berlangsung singkat.
Gelandang internasional Belgia tersebut tak masuk dalam skema Antonio Conte dan dipinjamkan ke klub masa mudanya, Cagliari selama dua tahun terakhir.




