Nadeo Argawinata menjadi salah satu penjaga gawang tersohor yang ada di Indonesia saat ini. Pemain milik Bali United ini reputasinya terus meningkat seiring pemanggilan dari timnas Indonesia yang rutin ia dapat.
Kiper asal Kediri ini meroket bersama Borneo FC hingga dipanggil timnas Indonesia untuk SEA Games 2019. Kemudian tahun berikutnya, Bali United dengan status juara Liga 1 hadir merekrut Nadeo dengan biaya transfer.
Walau namanya mulai diperhitungkan sebagai salah satu penjaga gawang andalan timnas Indonesia, namun Nadeo merasa bahwa kualitasnya masih belum mentereng. Ia merasa belum pantas untuk disebut sebagai kiper hebat.
Kemampuan yang mungkin biasa sebagai seorang penjaga gawang coba ditutupi oleh Nadeo dengan hal-hal positif lainnya. Mental sebagai seorang pesepakbola, terutama kiper, menjadi hal yang juga ikut ditingkatkan Nadeo.
"Sebenarnya saya tidak andal banget dan biasa saja sebagai kiper. Masih banyak juga yang lebih bagus," buka Nadeo seperti dikutip laman resmi Bali United.
"Tapi kalau jadi kiper profesional itu harus latihan yang rajin, pola hidup yang bagus, makan yang baik dan percaya diri yang penting. Komunikasi yang baik juga perlu ditingkatkan sebagai salah satu leader juga di lapangan," imbuh Nadeo.
Abi Yazid / GoalBoleh dibilang, persaingan di sektor penjaga gawang Bali United memang ketat. Keberadaan kiper sekelas Wawan Hendrawan, Samuel Reimas, dan kiper muda Rakasurya Handika, membuat Nadeo harus terus meningkatkan dirinya supaya dapat kesempatan.
Bali United sendiri bakal tampil di dua kompetisi pada 2021 ini, tim sudah menyelesaikan perjalanan mereka di Piala Menpora 2021, dengan hanya mampu melangkah hingga perempat final. Berikutnya, ada Piala AFC dan Liga 1 yang menanti.
"Saya rasa tim sudah latihan dan mempersiapkan semuanya. Pelatih mulai konsentrasi di Piala AFC. Maksimalkan dari hari ke hari dalam program latihan. Saat bertanding mampu menunjukkan permainan yang bagus, Bali United bisa meraih hasil maksimal bahkan bisa juara. Harapannya seperti itu," tukas Nadeo.
Selama Bulan Ramadan, Bali United tetap menjalankan aktivitas latihan mereka. Stefano Cugurra 'Teco' merancang program latihan malam hari, supaya pemain yang berpuasa bisa menjalankan ibadah mereka lebih dahulu.
"Perihal latihan malam, kita tahu ada beberapa pemain yang beragama Islam dan sedang menjalankan ibadah puasa. Lebih bagus tim menjalankan latihan malam hari sesudah mereka berbuka puasa untuk minum dan makan. Setelah itu, tim baru menjalankan latihan agar kondisi tetap bagus untuk para pemain," tutur Teco.
Bali United

