Timnas Indonesia U-18 gagal melanjutkan tren kemenangannya dalam Piala AFF U-18. Pasukan Garuda Nusantara ditahan Myanmar U-18 1-1, pada laga terakhir penyisihan Grup A, di Stadion Thong Nhat, Ho Chi Minh, Rabu (14/8).
Hasil tersebut membuat pelatih timnas Indonesia U-18 Fakhri Husaini kecewa. Menurutnya, para pemain pelapis yang dimainkan di laga tersebut tidak sesuai dengan ekspetasinya.
Padahal, Fakhri menyebut sengaja memainkan beberapa penggawa pelapis agar pemain inti bisa bermain maksimal di semi-final. Namun, pada kenyataannya mereka gagal memberikan kontribusi lebih untuk tim.
"Jujur saya kurang puas dengan permainan anak-anak, apalagi pemain yang saya berikan kesempatan bermain oleh saya. Harusnya mereka yang baru bermain dua atau tiga kali memiliki kebugaran yang lebih dari mereka yang sudah main tiga atau empat kali," kata Fakhri.
"Peluang banyak terbuang, saya berharap pemain yang belum bermain, ternyata tidak sesuai dengan harapan saya. Fisik mereka masih kurang. Saya akan gunakan kesempatan untuk pemulihan kondisi fisik saat libur dua hari."
"Yang menjadi catatan karena faktor fisik, karena jadwal Piala AFF ini terlalu padat. Saya rasa Myanmar mengalami hal serupa. Anak-anak juga banyak kehilangan bola," tambahnya.
Di sisi lain, Fakhri tidak khawatir kemungkinan tidak bermainnya Supriadi di laga berikutnya. Pilar Persebaya Surabaya tersebut sudah absen saat timnas Indonesia U-18 melawan Myanmar U-18 karena cedera.
"Saya masih punya 22 pemain untuk melapisi Supriadi yang sedang cedera. Tim ini tidak tergantung pada satu pemain. Mereka saling tergantung satu dengan lain. Kekompakan lah yg ada di tim ini," ucapnya.
