AC Milan mungkin bisa saja tidak mengalami keterpurukan yang mereka alami saat ini apabila tidak ada insiden 'gol hantu' Sulley Muntari, klaim Adriano Galliani selaku eks CEO klub.
Rossoneri kalah bersaing dengan Juventus dalam perburuan Scudetto Serie A musim 2011/21 dan gol Muntari yang dianulir saat pertemuan kedua tim di San Siro diyakini banyak orang menjadi faktor terbesar di balik kegagalan Milan menjadi juara.
Saat itu, 25 Februari 2012, Milan harus puas bermain imbang 1-1 dengan Juventus. Milan unggul lebih dulu lewat tembakan keras Antonio Nocerino dan sebenarnya bisa menambah keunggulan mereka andai saja hakim garis tidak menganulir gol sundulan Muntari.
Dari rekaman kamera televisi terlihat, bola sudah melewati garis gawang sebelum akhirnya ditinju keluar oleh Gianluigi Buffon. Waktu itu belum ada teknologi garis gawang mau pun VAR.
Juventus lantas memanfaatkan momentum untuk menyamakan kedudukan menjelang laga berakhir berkat Alessandro Matri, usai beberapa menit sebelumnya gol sang striker juga dianulir karena off-side.
Insiden delapan tahun lalu tersebut rupanya masih menghantui Galliani meski saat ini tak lagi menjabat sebagai petinggi Milan, yang menganggap perjalanan sejarah Milan bisa saja berbeda dari realitas sekarang ini apabila gol Muntari disahkan.
"Itu [gol Muntari] seharusnya disahkan dan kami bisa saja memenangkan gelar juara musim itu," kata Galliani, yang sekarang memimpin klub Serie B, Monza, kepada Libero.
Galliani juga menambahkan 'gol hantu' itu juga yang mengubah wajah Milan, termasuk kekuatan finansial mereka akibat gagal Scudetto hingga harus menjual dua bintang andalan mereka kalah itu, Zlatan Ibrahimovic dan Thiago Silva ke Paris Saint-Germain.
"Sejarah bisa saja berbeda. Kami menjual Ibrahimovic dan Thiago Silva pada akhir musim itu, dua sosok juara yang masih bermain di level tertinggi," imbuhnya.
"Jika keadaannya berbeda, mereka mungkin masih tetap menjadi pemain Milan dan kami juga mungkin bisa merekrut Carlos Tevez, yang sebaliknya bergabung dengan Juventus. Bersamanya kami bisa memenangkan tiga Scudetto Serie A beruntun."
Milan terakhir kali mengangkat Scudetto Serie A pada musim 2010/11 dan belum pernah lagi juara sejak saat itu. Namun musim 2020/21 ini, mereka berpeluang menjadi yang terbaik usai menduduki puncak klasemen hingga pekan kedelapan.


