Keputusan Iwan Budianto yang meminta Komite Pemilihan (KP) untuk mencoret namanya dalam daftar bakal calon wakil ketua umum PSSI periode 2023-2027 patut diacungi jempol. Hal tersebut disampaikan Founder Football Institute, Budi Setiawan.
Iwan sudah menyatakan tidak maju untuk menjadi pengurus PSSI periode 2023-2027. Akan tetapi, ada yang mendaftarkan dirinya sebagai bakal calon wakil ketua umum federasi sepakbola Tanah Air tersebut.
“Sikap IB [sapaan Iwan] merupakan panggilan hati nurani beliau sendiri tentunya setelah mendengarkan masukan dari banyak pihak. Hal ini perlu kita apresiasi setinggi-tingginya,” kata Budi.
“Semoga menjadi new sportmanship culture, bahwa mengundurkan diri adalah salah satu bentuk tanggung jawab moral dan cara kita membangun persepakbolaan yang beradab, beretika dan berlogika. Beliau tidak menyalahkan orang lain,” Budi menambahkan.
Keengganan IB kembali menjadi pengurus PSSI pada periode mendatang karena ingin fokus untuk membantu Arema FC. Klub asal Malang tersebut sedang berjuang usai terjadinya tragedi Kanjuruhan.
Traged Kanjuruhan menjadi kabar kelam sepakbola Tanah Air yang terjadi pada awal Oktober 2022. Sebanyak 135 orang meninggal dunia dan ratusan lainnya mengalami luka-luka.
"Mendedikasikan dirinya untuk pemulihan Arema, kota malang dan warganya [Aremania dan Aremanita]. Saya yakin IB tetap akan mendorong kemajuan persepakbolaan nasional. Semua orang tetap akan merindukan model kepemimpinan yang beliau contohkan," ucapnya.
Selain itu, Budi menyatakan IB menunjukkan tanggung jawab dalam tragedi Kanjuruhan. Maka dari itu, ia mengapresiasi tindakan yang dilakukan pria berusia 48 tahun tersebut.
"Langkah-langkah cepat memberikan segala kebutuhan yang diperlukan korban dan keluarganya."


