OLEH ERIC NOVEANTO Ikuti di twitter
Mantan wasit Liga Primer Inggris, David Elleray merasa akan membutuhkan waktu untuk melakukan perubahan radikal dari apa yang digagas para perumus aturan sepakbola seperti wacana menerapkan durasi 30 menit ke setiap babak permainan.
Awal pekan ini, Dewan Asosiasi Sepakbola Internasional (IFAB) meluncurkan progam yang penuh dengan inovasi dengan nama 'Play Fair!', yang salah satunya adalah ide memangkas waktu permainan dan menghentikan waktu ketika bola keluar lapangan.
Hal itu dimaksudkan agar mereduksi waktu yang terbuang sia-sia dalam setiap pertandingan. Elleray yang juga menjabat sebagai direktur teknik IFAB tentunya juga menyadari bahwa gagasan tersebut bakal mendapatkan resistensi.
"Sebuah langkah yang ekstrem," ujarnya kepada Sky Sports. "Tapi di olahraga lain, waktu memang dihentikan ketika bola bergulir keluar dari arena permainan."
"Kami tahu bahwa di kebanyakan sepakbola level top Anda hanya mendapatkan waktu 60 menit saja saat bola memang benar-benar efektif dimainkan."
"Sering kali menjelang pertandingan berakhir kita semua melihat ada banyak [taktik] buang-buang waktu karena tim yang sedang unggul 1-0 ingin mempertahankan kemenangan mereka entah apa pun caranya."
"Gagasan baru ini cukup ekstrem dan menjadi sesuatu yang mungkin kita aplikasikan secara perlahan."
Sejumlah gagasan lainnya juga muncul di antaranya soal tendangan bebas dan sepak pojok misalnya para pemain diizinkan untuk menggiring bola terlebih dahulu sebelum melakukan eksekusi, serta yang paling mencolok adanya hukuman pengurangan poin bagi tim yang memiliki pemain melakukan protes berlebihan kepada wasit.
"Bisa dikatakan ini adalah awal mula bagi kita untuk berkata 'bisakah kami membuat pertandingan semakin baik?' Orang-orang mencari alasan untuk melakukan itu tapi kami hanya ingin mengeksplorasi dan melihat [gagasan yang ada] akankah berbuah hasil," lanjut Elleray ketika ditanya soal akan adanya perdebatan."Beberapa dari gagasan radikal ini mungkin akan membutuhkan waktu beberapa tahun lagi, tapi kami bisa mencobanya di beberapa level yang berbeda. Di level junior, internasional, atau beberapa negara yang ingin mencobanya di liga mereka."
"Kami tak memasang batasan waktu untuk itu, ini gagasan lima tahun ke depan. Ada beberapa yang bisa datang lebih cepat, dan ada yang mungkin sama sekali tak bisa diterapkan. Semua tergantung pada yang memang dibutuhkan sepakbola."
"Yang kami katakan adalah agar kita semua bisa menggunakan seluruh aturan sepakbola untuk membuat permainan lebih atraktif, adil dan meningkatkan sikap para pemain untuk saling menimbulkan rasa respek."
