Sosok Muhammad Ridwan seketika menjadi buah bibir usai timnas Indonesia U-23 melawan Filipina pada laga ketiga Grup A SEA Games 2021. Ia mencetak satu gol dalam kemenangan 4-0 skuad Garuda Muda di Stadion Viet Tri, Jumat (13/5).
Pertandingan kontra Filipina menjadi debut Ridwan pada SEA Games 2021. Sebelumnya pesepakbola berusia 21 tahun tersebut tidak dimainkan Shin Tae-yong.
Pada dua laga yang sudah dimainkan, Tae-yong mempercayakan Irfan Jauhari untuk menempati posisi penyerang. Namun, keputusan pelatih asal Korea Selatan tersebut memainkan Ridwan di partai versus Filipina terbukti jitu.
Memang Ridwan cuma mencetak satu gol di laga tersebut. Akan tetapi, ia menjadi striker pertama timnas Indonesia U-23 yang mampu menjebol gawang lawan pada SEA Games 2021.
Berkat kemenangan tersebut timnas Indonesia U-23 menjaga asa untuk lolos ke semi-final SEA Games 2021. Kini armada Merah Putih menempati peringkat dua klasemen dengan raihan enam poin.
Rekam jejak Ridwan
Saat berusia 15 tahun, Ridwan yang dilahirkan di Kendal, Jawa Tengah memutuskan pergi ke Jakarta. Ia masuk Sekolah Khusus Olahragawan (SKO) Ragunan untuk mengejar impiannya sebagai pesepakbola top.
Bakat Ridwan makin terasah semenjak gabung SKO Ragunan. Ia diajarkan untuk menjadi pemain sepakbola yang benar oleh para pelatih di sekolahan tersebut.
Selepas dari SKO Ragunan, Ridwan membela tim muda Persab Brebes. Ia kemudian diboyong ke Sriwijaya FC yang merupakan klub profesional pertamanya pada 2017.
Perjalanan Ridwan bersama Sriwijaya FC berlangsung selama dua musim. Kemudian ia mencoba peruntungan dengan berlabuh ke Persela Lamongan.
Ridwan lantas digaet PSIS Semarang pada 2020. Namun, ia tak bisa mengeluarkan kemampuan terbaiknya karena kompetisi Tanah Air dihentikan akibat pandemi virus corona.
Ketika sepakbola di Indonesia kembali bergulir, Ridwan pindah ke Persik Kediri. Selama membela Macan Putih pada Liga 1 2021/22, ia tampil sebanyak sembilan laga dan mencetak satu gol.


