Mudah-Mudahan Bukan Awal Yang Terlambat Bagi Belanda

Komentar()
PRO SHOTS
Belanda menghidupkan peluang lolos ke Piala Dunia 2018, tetapi duel menentukan Prancis telah menunggu...

OLEH   AGUNG HARSYA     Ikuti @agungharsya di twitter

Musim semi adalah waktu yang paling tepat jika hendak melancong ke Belanda. Cuaca mulai hangat, orang-orang tidak ragu lagi beraktivitas di luar ruang seperti piknik di taman, dan bunga-bunga bermekaran. Salah satu tujuan yang paling disarankan adalah kunjungan ke Keukenhof, tempat yang diklaim sebagai taman bunga terindah di dunia seluas 32 hektar di selatan Belanda.

Empat belas kilometer arah barat daya Keukenhof, musim semi juga disambut gembira. Ada kepercayaan diri yang pulih di wajah-wajah para anggota skuat timnas Belanda yang berkumpul di Grand Hotel Huis ter Duin, Noordwijk. Awal pekan ini, mereka menyambut sesi latihan pertama bersama pelatih baru muka lama, Dick Advocaat, yang didampingi Ruud Gullit selaku asisten.

Belanda baru saja meraih dua kemenangan beruntun dalam dua laga uji coba sebelum menghadapi lanjutan kualifikasi Piala Dunia 2018. Setelah memperdaya tuan rumah Maroko 2-1, giliran Pantai Gading yang digilas 5-0. Belanda dipimpin pelatih interim Fred Grim pada dua laga itu karena Advocaat mesti menyelesaikan tugas di Fenerbahce.

SIMAK JUGA: Rekor Tak Diinginkan Matthijs De Ligt

Advocaat datang ke Noordwijk bukan untuk menikmati tulip yang mekar di Keukenhof. Misi utamanya adalah menyelamatkan nasib Belanda pada kualifikasi Piala Dunia. Kekalahan 2-0 dari tuan rumah Bulgaria, Maret lalu, mengakhiri kiprah Danny Blind sebagai bondscoach. Lebih parah lagi, Belanda tercecer di peringkat keempat Grup 1 dengan jarak enam poin dari Prancis.

Jika ditarik lebih ke belakang, Belanda dalam kesulitan. Setelah mampu meraih peringkat ketiga pada Piala Dunia 2014, performa Oranje merosot. Pelatih Guus Hiddink mundur di tengah jalan dan mereka gagal lolos ke Euro 2016. Penunjukan Blind membuat kritik kian menghujani KNVB, yang dianggap keliru dalam mencari pelatih usai sukses di Brasil.

Penampilan pemain juga disorot. Ada kesenjangan generasi di dalam skuat. Selain itu, konflik pemain seperti antara Memphis Depay dan Robin van Persie kian memperparah situasi. Saat bergesekan dalam sebuah sesi latihan, Memphis menyindir Van Persie, "Apakah pemain besar bermain untuk Fenerbahce?". Saat itu Memphis masih berstatus sebagai pemain Manchester United.

SIMAK JUGA: Komentar Memphis Depay Setelah Adu Argumen Dengan Arjen Robben

Dalam sesi konferensi pers pertamanya, Advocaat enggan memantik romansa masa lalu. Posisi Belanda terlalu riskan jika harus memaksakan penerapan sepakbola menyerang nan indah, seperti yang identik dengan Oranje. Advocaat menganggap persaingan untuk lolos ke Rusia masih terbuka lebar.

"Kami akan memakai sepakbola yang mengedepankan hasil. Mungkin tidak saat melawan tim seperti Bulgaria, tapi ketika menghadapi tim kuat. Itu harus dilakukan," ujar pelatih 69 tahun itu.

Salah satu keputusan publik pertama yang dilakukan Advocaat adalah mengembalikan posisi Wesley Sneijder. Gelandang 33 tahun itu diberikan posisi inti saat menghadapi Luksemburg. Advocaat juga memainkan Sneijder sebagai gelandang -- tidak seperti Blind yang secara janggal menempatkan pemain Galatasaray itu sebagai sayap kiri.

Berikutnya, Advocaat memastikan posisi Jasper Cillessen sebagai kiper utama tim. Pemain Barcelona itu tampil impresif saat menghadapi Pantai Gading. Selain mempersembahkan clean sheet pertama Belanda dalam sembilan pertandingan, Cillessen melakukan penyelamatan refleks gemilang di akhir laga.

Sehari sebelum melawan Luksemburg, Advocaat menentukan pilihan duet bek tengah. Lini belakang dinilai menjadi salah satu titik lemah Belanda dalam beberapa tahun terakhir. Untuk memperkuat daya bertahan, duet Stefan de Vrij dan Wesley Hoedt dipilih. Keduanya pemain Lazio.

SIMAK JUGA: Dick Advocaat Akan Andalkan Wesley Sneijder

Komposisi Advocaat menghasilkan kemenangan besar lima gol tanpa balas atas Luksemburg, Jumat (9/6) tadi malam. Lima gol disumbangkan lima pemain yang berbeda-beda: Arjen Robben, Sneijder, Georginio Wijnaldum, Quincy Promes, dan eksekusi penalti Vincent Janssen. Khusus Sneijder, kesan pertandingan bertambah karena dia merayakan ulang tahun dan rekor 131 penampilan untuk Oranje.

Dua kemenangan besar dan dua clean sheet diraih dalam dua laga beruntun. Semangat Oranje tumbuh kembali meski mengalahkan Luksemburg tak semudah kelihatannya. Gaya bermain menekan yang diperagakan Luksemburg membuat pemain Belanda kesulitan mencari celah. Bahkan, setelah unggul dua gol, Belanda melonggarkan tekanan sehingga Luksemburg sempat berpeluang mencetak gol balasan.

"Saya rasa skor 5-0 sudah cukup," ujar Robben yang menjadi kapten tim. "Selalu ada yang bilang, harusnya kami lebih banyak mencetak gol. Tapi masa ketika kita terbiasa menang dengan skor dua digit sudah berlalu. Ini kemenangan yang sangat bagus."

SIMAK JUGA: Jadwal Kualifikasi Piala Dunia 2018 Zona Eropa

Energi positif ini yang mesti dijaga ketika Belanda melanjutkan perjalanan ke Rusia, 31 Agustus mendatang. Tugas Advocaat dan Robben terbilang berat. Oranje harus bertandang ke Prancis. Pada saat bersamaan, Prancis tumbang 2-1 di markas Swedia. Mau tidak mau, Belanda harus berjuang mencuri poin penuh di Paris.

"Awalnya kami berharap Prancis menang sehingga kami akan berjuang sekuat tenaga menduduki peringkat kedua grup," imbuh Robben. "Tapi, lihat sisi positifnya, sekarang kami bisa merebut posisi pertama. Sekarang tergantung kami untuk menang di kandang Prancis."

Advocaat segendang seirama. "Sekarang kami harus merebut peringkat pertama," seru sang pelatih yang terlihat emosional usai pertandingan. "Kenapa kami tidak mampu membuat kejutan? Kami harus memerhatikan para pemain dalam beberapa bulan ke depan. Sebagian masih bertanya-tanya di klub mana mereka akan bermain musim depan. Kami akan memantau secara seksama kebugaran para pemain."

Sekarang memang waktunya para pemain menikmati liburan pergantian musim, tapi bagi tulip jingga tidak pernah ada kata terlambat untuk mulai mekar di musim semi.

 

Tutup