Jose Mourinho menyatakan keyakinannya bahwa Tottenham Hotspur harus lebih mengedepankan "strategi ketimbang filosofi" demi mengembangkan kebiasaan meraih kemenangan dan persaingan di level elite.
Mourinho ditunjuk untuk menggantikan Mauricio Pochettino sebagai manajer Spurs pada November lalu, setelah hampir setahun menganggur sejak didepak Manchester United.
Sang juru latih 56 tahun tersebut mewarisi skuad yang terpuruk di paruh bawah klasemen Liga Primer Inggris dan ia berhasil membawa angin perubahan dengan memenangkan lima dari tujuh pertandingan awalnya.
Namun, sejak kalah 2-0 di kandang sendiri dari Chelsea pada 22 Desember, Tottenham baru sekali meraih kemenangan dalam lima laga terakhir, dan sekarang terpaut 11 poin dari zona Liga Champions.
Totttenham menampilkan performa yang meningkat saat menghadapi pimpinan klasemen, Liverpool pada akhir pekan lalu, akan tetapi menelan kekalahan 1-0 di tengah absennya striker andalan, Harry Kane, yang harus menepi hingga April karena mengalami cedera hamstring.
Hugo Lloris, Moussa Sissoko, Ben Davies dan Tanguy Ndombele juga absen, dan Mourinho mengakui bahwa ia harus menerapkan pendekatan pragmatis terhadap gaya permainan Tottenham demi membangun karakter tim.
"Sangat membantu untuk selalu memiliki mentalitas memenangkan pertandingan berikutnya. Tidak peduli apa pun kompetisinya, berapa banyak pemain cedera yang kami miliki atau apa yang Anda coba lakukan," katanya kepada Evening Standard.
"Untuk memiliki imajinasi, untuk menjadi kreatif, untuk mencoba membangun sesuatu yang dapat membuat Anda yakin bisa memenangkan pertandingan, sama seperti kami yakin bisa mengalahkan Liverpool, itulah cara Anda menciptakan mentalitas sebagai pemenang."
"Anda pergi ke setiap pertandingan dan Anda mencobanya, bahkan jika itu membuat Anda harus lebih mengedepankan strategi ketimbang filosofi. Filosofi adalah ketika Anda mengikuti filosofi tertentu dan segalanya ada pada tempatnya untuk bisa menerapkannya."
"Tapi satu hal lainnya adalah ketika Anda berada dalam masalah dan Anda harus pragmatis, kreatif dan mencoba untuk membangun sesuatu. Itulah yang kami lakukan lawan Liverpool."


