Apakah kamu berusia 24 atau lebih?

Bantu kami memverifikasi usia Anda dengan memberikan jawaban yang jujur. Situs ini berisi iklan perjudian untuk 24+.

Konten yang dibatasi usia

Anda belum cukup umur untuk melihat konten taruhan. Anda akan dialihkan ke halaman utama.

Manchester United v Real Madrid - UEFA Champions League Round of 16Getty Images Sport

Diterjemahkan oleh

Mourinho: Saya Tidak Bisa Mengajari Cristiano Cara Mencetak Gol

José Mourinho mengenang kembali salah satu sisi dari pengalaman pertamanya bersama Real Madrid, membuka rahasia mengenai cara ia menangani ruang ganti istimewa yang berisi Cristiano Ronaldo, Sergio Ramos, Marcelo, dan Xabi Alonso.

Sebuah film dokumenter tentang pelatih asal Portugal itu kembali menghadirkan ke permukaan detail-detail masa jabatan pertamanya di Real Madrid (pada periode antara 2010 dan 2013), ketika ia menukangi sebuah tim yang berisi sejumlah besar bintang.

Namun pelatih asal Portugal itu sadar sejak awal bahwa para pemain tersebut tidak membutuhkan seseorang untuk mengajari mereka bagaimana bermain sepak bola, melainkan seorang pelatih yang mampu menata potensi mereka dan menempatkannya dalam satu sistem, hal yang ia tegaskan dengan jelas dalam pembicaraannya di film dokumenter tersebut.

Mourinho berkata, sebagaimana dikutip surat kabar Spanyol "Marca": "Di Real Madrid, sangat sedikit yang bisa saya ajarkan kepada salah satu dari mereka. Saya tidak bisa mengajari Ramos cara menyundul bola, dan saya tidak bisa mengajari Cristiano cara mencetak gol."

Ia menambahkan: "Tugas saya ada di tempat lain, pada detail, pada taktik, dan yang lebih penting dari itu adalah membuat semua orang memahami sepak bola dengan cara yang sama."

Baca juga:

Diomande: Saya pindah ke Real Madrid berkat pria ini

Mourinho, pelatih yang detail

Pemikiran Mourinho tidak berhenti pada batas rencana yang ia susun sebelum pertandingan, melainkan ia berupaya memastikan bahwa latihan mencerminkan secara akurat apa yang akan ia minta dari para pemainnya di dalam lapangan.

Marcelo, yang merupakan salah satu elemen paling menonjol di Real Madrid pada era tersebut, mengenang kembali detail bekerja di bawah kepemimpinan pelatih asal Portugal itu, menegaskan bahwa sesi-sesi latihan selalu memiliki keterkaitan langsung dengan apa yang akan terjadi selama pertandingan.

Marcelo berkata: "Ia menjelaskan segalanya kepada kami, semua detailnya. Dan pada akhirnya, ketika kami tiba di pertandingan setelah latihan yang kami jalani, semuanya terjadi persis seperti yang ia katakan."

Kesaksian bek Brasil itu mengungkap salah satu ciri kepelatihan Mourinho yang paling menonjol, yaitu mengandalkan detail-detail presisi dalam persiapan, di samping berupaya membuat para pemainnya siap sejak awal untuk berbagai skenario yang mungkin mereka hadapi selama pertandingan.

Khedira mengungkap ketegasan pelatih asal Portugal itu

Di sisi lain, Sami Khedira berbicara tentang tingkat ketegasan Mourinho dalam menerapkan gagasan-gagasannya, menjelaskan bahwa seorang pemain di bawah kepemimpinan pelatih asal Portugal itu dituntut untuk menjalankan instruksi dengan tingkat presisi tertinggi.

Khedira berkata: "Kamu seperti otaknya di lapangan, dan kamu harus mengikutinya seratus persen. Jika kamu tidak melakukannya... ia akan membunuhmu."

Kesaksian ini merangkum salah satu sisi kepribadian kepelatihan Mourinho, karena ia tidak puas hanya dengan memiliki sekumpulan bintang yang mampu memenangkan pertandingan secara individu, melainkan ia ingin mereka berkomitmen secara ketat pada sistem yang ia susun, sehingga kualitas individu berubah menjadi kekuatan kolektif.

"Jika mereka berpikir seperti saya, hidup akan lebih mudah"

Mourinho sendiri meringkas filosofinya dalam menangani para bintang dengan sebuah kalimat yang mengungkap banyak hal tentang metode kepelatihannya.

Pelatih asal Portugal itu berkata: "Jika mereka berpikir dengan cara yang saya pikirkan, hidup akan lebih mudah bagi mereka."

Tujuan utama Mourinho di Real Madrid adalah mencapai keseimbangan antara kebebasan yang dibutuhkan para pemain berkemampuan istimewa dengan kedisiplinan taktis yang ia terapkan pada tim secara keseluruhan.

Keberadaan Cristiano Ronaldo, Ramos, Marcelo, Xabi Alonso, dan lainnya tidak berarti bahwa sang pelatih akan campur tangan dalam detail keterampilan mereka yang paling sederhana, melainkan perannya adalah menempatkan bakat-bakat ini dalam sebuah sistem yang memberi tim peluang terbaik untuk mencapai tujuannya.

Tugas yang berulang, tetapi dengan generasi baru

Pembicaraan Mourinho memperoleh arti penting tambahan bersamaan dengan kembalinya ia ke Real Madrid untuk memulai masa jabatan kedua, di tengah keberadaan generasi baru bintang di dalam ruang ganti.

Meski kondisi dan nama-namanya berbeda dari pengalaman pertamanya, tantangan utamanya tampak sangat mirip: memiliki sekumpulan pemain besar adalah satu hal, dan mengubah mereka menjadi satu tim yang bekerja dengan cara yang sama adalah hal yang sama sekali berbeda.

Dengan bintang-bintang baru dan ambisi yang lebih besar, Mourinho sekali lagi harus membuktikan kemampuannya mengelola ruang ganti yang berisi nama-nama yang mampu membuat perbedaan seorang diri, dan menempatkannya dalam satu sistem di mana kedisiplinan taktis dan kerja kolektif menjadi dasar untuk meraih gelar.

Iklan

SUKA CERITA INI?

Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami

Ikuti GOAL di Google