Perpanjangan kontrak Vinicius Junior bersama Real Madrid bukan sekadar kesepakatan finansial yang lama dinanti, melainkan hasil dari sejumlah faktor yang menentukan masa depan bintang asal Brasil itu, dan salah satunya adalah faktor baru yang memainkan peran krusial pada tahap akhir negosiasi: Jose Mourinho.
Pelatih asal Portugal itu tak hanya menunjukkan kekagumannya terhadap kemampuan Vinicius, tetapi juga menempatkannya di jantung proyek barunya bersama Real Madrid, dengan menegaskan bahwa tim yang akan datang akan dibangun di sekitar bintang Brasil tersebut, yang ia nilai sebagai salah satu kunci terpenting kesuksesan pada tahap mendatang.
Proses perpanjangan kontrak Vinicius tidak datang begitu saja, melainkan melalui negosiasi yang panjang dan rumit pada sebagian tahapnya, sebelum ketegangan perselisihan mereda secara bertahap berkat keinginan bersama dari kedua pihak untuk melanjutkan hubungan, sebagaimana dilaporkan oleh surat kabar "AS" Spanyol.
Real Madrid tetap berpegang teguh pada keinginan mempertahankan sang pemain, yang pada akhirnya mendorong mereka untuk memperbaiki tawaran terakhir mereka, sementara Vinicius sendiri menunjukkan fleksibilitas dalam tuntutan finansialnya, dan menyetujui angka yang lebih rendah dari nilai yang ia minta di awal negosiasi.
Pada akhirnya, kedua pihak berhasil mencapai titik temu, sehingga disepakati perpanjangan hubungan hingga tahun 2032. Namun pada tahap krusial negosiasi, muncul faktor baru yang tidak diperkirakan pada awalnya, tetapi kemudian terbukti sangat penting, yakni Jose Mourinho.
Mourinho: kata kunci di balik keputusan Vinicius
Mourinho bukan satu-satunya alasan di balik perpanjangan kontrak Vinicius, karena ada faktor-faktor lain yang menguatkan pilihan untuk bertahan, tetapi pengaruh pelatih Portugal itu bersifat menentukan dalam keputusan akhir.
Bagi Vinicius, perasaan akan pentingnya dirinya, nilainya, dan peran sentralnya dalam proyek baru bukanlah sekadar detail sampingan, melainkan unsur mendasar yang tidak kalah penting dibanding kesepakatan finansial yang dicapai pada hari Rabu.
Dan inilah tepatnya yang ingin Mourinho rasakan oleh sang pemain; bahwa ia adalah salah satu pilar terpenting Real Madrid yang baru, dan bahwa ia menyadari sang pelatih memandangnya sebagai bagian penting dalam rencana-rencana masa depannya.
Yang menarik, Vinicius, dalam pesan terima kasih yang ia unggah setelah pengumuman perpanjangan kontraknya, tidak hanya menyebut "Presiden", "Joni", dan "Jose Angel" serta rekan-rekan setimnya, tetapi juga menyebut Mourinho, dalam isyarat yang jelas terhadap peran yang dimainkan pelatih Portugal itu pada tahap ini.
Getty Images
Awal hubungan selama Piala Dunia
Komunikasi langsung antara Mourinho dan Vinicius bermula selama Piala Dunia, ketika pelatih Portugal itu menghubungi pemain Brasil tersebut.
Pembicaraan pada tahap itu tidak berkaitan dengan rencana tertentu atau detail masa depan, melainkan sekadar langkah awal untuk membangun hubungan antara kedua pihak.
Namun kesan pertama sangat positif, dan hubungan baik pun dengan cepat terjalin antara Mourinho dan Vinicius.
Hubungan itu kemudian berkembang menjadi keyakinan pada diri sang pelatih bahwa bintang Brasil itu harus menjadi salah satu poros proyek baru Real Madrid.
Vinicius mengungkap sisi di balik dialog pertamanya dengan Mourinho, dengan mengatakan: "Saya mengenal pelatih baru dan para pemain baru, serta berlatih dengan keras."
Ia menambahkan: "Mourinho meminta saya untuk: bahagia, gembira, dan bermain dengan gaya sepak bola saya sendiri."
Mourinho ingin membangun Real Madrid di sekitar Vinicius
Mourinho menilai bahwa Vinicius memiliki sejumlah kualitas yang menjadikannya pemain ideal bagi proyek yang ingin ia bangun di Real Madrid.
Di urutan terdepan dari kualitas-kualitas itu adalah kemampuannya mengubah hasil pertandingan seorang diri, di samping semangat menyerangnya yang tak pernah padam serta kemampuannya menciptakan bahaya dalam berbagai situasi.
Karena alasan inilah, pelatih Portugal itu ingin tim dibangun di sekitar Vinicius, salah satu pemain yang sangat ingin ia kembangkan dan manfaatkan potensinya semaksimal mungkin.
Perpanjangan kontrak sang pemain hingga tahun 2032 mencerminkan dengan jelas visi yang ingin ditanamkan Mourinho, yakni memberikan Vinicius posisi sentral di dalam Real Madrid yang baru.
Tantangan pertama: mengembalikan Vinicius yang bersaing memperebutkan Ballon d'Or
Kini dimulailah tugas sesungguhnya bagi Mourinho, yang dapat dibagi menjadi dua tantangan utama. Tantangan pertama adalah mengembalikan versi terbaik dari Vinicius, versi yang nyaris memenangi Ballon d'Or pada tahun 2024.
Semua pihak di dalam proyek baru meyakini kemampuan sang pemain untuk kembali ke level terbaiknya, dengan menyediakan lingkungan yang tepat yang memungkinkannya memulihkan konsistensi dan kegemilangan.
Meskipun angka-angka Vinicius tidak menurun secara signifikan sepanjang musim lalu, setelah ia mencetak 22 gol dan memberikan 11 assist, penampilan umumnya tidak selalu mencerminkan gambaran yang biasa ia tampilkan.
Musim lalu merupakan musim kelima secara beruntun di mana sang pemain melampaui angka 20 gol, di samping kontribusinya pada lebih dari sepuluh gol tambahan, baik melalui assist maupun tendangan penalti. Namun angka-angka bagus itu tidak mencegah musim tersebut menjadi musim yang penuh gejolak bagi bintang Brasil itu.
Getty Images
Perselisihan dengan Xabi Alonso: awal musim yang penuh gejolak
Kesalahpahaman dengan Xabi Alonso menjadi salah satu penyebab paling menonjol dari ketegangan yang dialami Vinicius, dan situasinya mencapai puncaknya selama insiden Camp Nou.
Di sisi lain, sang pemain mendapat dukungan yang jelas dari Arbeloa, yang berdiri di sisinya secara tegas dan menegaskan sikapnya dalam lebih dari satu kesempatan.
Dengan memasuki musim 2026-2027, tampaknya Vinicius menjalani tahap baru dengan motivasi tambahan, yang berupa keinginan untuk menjawab di atas lapangan dan membuktikan dirinya kembali.
Hal ini terjadi setelah Piala Dunia di bawah asuhan Carlo Ancelotti yang diawali sang pemain dengan cara yang menjanjikan, sebelum berakhir dengan kekecewaan besar usai tersingkir menghadapi Norwegia di babak 16 besar. Namun gambarannya kini berubah.
Setelah memastikan kelanjutannya bersama Real Madrid hingga 2032, dan dengan adanya kesepahaman yang jelas dengan Mourinho terkait peran dan posisinya, senyum kembali menghiasi wajah Vinicius, dan ia memulai lembaran baru yang tampak sama sekali berbeda dari musim lalu.
Tantangan kedua: menciptakan keharmonisan di antara para bintang Real Madrid
Adapun tantangan kedua yang dihadapi Mourinho adalah menciptakan keharmonisan di dalam tim secara keseluruhan.
Kehadiran Vinicius di samping Kylian Mbappe menuntut pelatih Portugal itu untuk menemukan formula yang membuat duet tersebut bergerak dengan keselarasan penuh, alih-alih setiap pemain tampil sebagai bintang yang terpisah dari yang lain di atas lapangan.
Mourinho juga ingin mempertahankan peran sentral Jude Bellingham, yang selama Piala Dunia telah membuktikan kemampuannya memikul tanggung jawab besar, dan mengembalikan ingatan akan gambaran yang membuatnya memikat hati para pendukung Real Madrid selama awal kariernya yang gemilang bersama tim.
Dengan demikian, Vinicius, Mbappe, dan Bellingham akan menjadi para pemimpin teknis paling menonjol dari Real Madrid yang baru, dalam sebuah tim yang mengalami perubahan besar dan kehilangan Rodri, tetapi pada saat yang sama merombak wajahnya secara jelas.
Diomande: bagian lain dari proyek
Proyek baru ini tidak terbatas pada trio Vinicius, Mbappe, dan Bellingham, karena tim juga memiliki penyerang mematikan seperti Diomande, yang kedatangannya menjadi salah satu faktor penting yang berkaitan dengan keterlibatan Mourinho dalam membentuk wajah tim baru.
Mourinho tahu bahwa memiliki sekumpulan bintang besar tidak menjamin kesuksesan dengan sendirinya, dan bahwa tantangan sesungguhnya terletak pada bagaimana membuat semua elemen ini bekerja dengan cara yang sama dan memahami peran mereka dengan jelas.
Karena alasan inilah, Vinicius secara khusus menjadi salah satu berkas yang digarap dengan serius oleh pelatih Portugal itu.
Yang dituntut bukan hanya mempertahankan bintang Brasil itu, melainkan menjadikannya poros sejati proyek Real Madrid, serta memberinya kondisi yang memungkinkannya memulihkan versi terbaik dari dirinya.
Mourinho memilih bertaruh pada Vinicius, dan Real Madrid pun memilih memperpanjang kepercayaan pada bintangnya hingga tahun 2032, dan kini dimulailah tahap yang paling sulit: mengubah kepercayaan ini menjadi penampilan dan hasil, serta menciptakan tim yang mampu mengembalikan posisinya di puncak.


