Manajer Tottenham Hotspur, Jose Mourinho menegaskan ia memenangkan semua yang bisa dimenangkannya di Manchester United terlepas dari kekurangan yang ada.
Mourinho menghabiskan dua setengah musim bertugas di Old Trafford, sebelum dipecat pada Desember 2018 dan digantikan oleh Ole Gunnar Solskjaer.
Sang juru taktik Portugal sukses meraih beberapa trofi bersama United, di antaranya Piala Liga dan Liga Europa musim 2016/17, serta juga Community Shield pada 2016.
Tapi Mourinho gagal di Liga Primer Inggris, Liga Champions dan Piala FA, finis sebagai runner-up di liga dan Piala FA pada 2017/18.
Menjelang pertandingan Tottenham di Old Trafford melawan United, Minggu (4/10), Mourinho mengatakan sudah berusaha semaksimal mungkin saat menangani Setan Merah.
"Fans, mereka tahu bahwa saya memberikan semua yang saya bisa," ujar Mourinho.
"Saya memenangkan semua yang mungkin bisa saya menangkan, saya tidak memenangkan apa yang tidak mungkin dimenangkan. Saya memberikan segalanya, saya memberikan hidup saya untuk klub dan profesionalisme saya, seperti yang selalu saya lakukan."
"Secara internal, banyak teman seumur hidup, banyak orang luar biasa yang saya temui di klub. Saya hanya memiliki perasaan yang baik, perasaan yang harus saya lupakan dalam 90 menit karena selama 90 menit, mereka ingin menang, saya ingin menang, itulah sepakbola."
Mourinho juga menegaskan bahwa dirinya tidak pergi ke Old Trafford dengan membawa keinginan untuk balas dendam.
"Balas dendam? Saya berkali-kali menang di Old Trafford sebagai pelatih Manchester United dan juga pelatih lawan," tegasnya.
"Balas dendam untuk apa? Tidak ada yang memperlakukan saya dengan buruk di sana, semua orang sangat baik kepada saya."
Tottenham mendapat suntikan tenaga jelang laga melawan United, usai resmi meminjam Carlos Vinicius dari Benfica plus opsi pembelian permanen £41 juta pada akhir musim ini.
Vinicius menyusul Gareth Bale, Sergio Reguilon, Matt Doherty, Pierre-Emile Hojbjerg dan Joe Hart sebagai rekrutan baru Spurs pada musim panas ini.




