Jose Mourinho tidak meyakini masa depannya ada di Italia meski punya kenangan sukses besar di Inter Milan.
Sang pelatih berusia 56 tahun memenangkan lima trofi mayor selama dua musim di San Siro, termasuk treble historis pada 2010 selepas mengalahkan Bayern Munich 2-0 di final Liga Champions.
Mourinho mengisyaratkan kemenangan itu menjadi perpisahannya dengan Inter dan secara resmi kemudian menerima pinangan Real Madrid.
Meski punya memori indah di Italia, ia tidak melihat ada peluang bagi dirinya untuk kembali ke sana, tempat yang disebutnya sulit untuk ditinggalkan.
"Masa depan saya? Saya tidak berpikir akan ada di Italia," ujar Mourinho kepada acara TV Italia, Tiki Taka.
Membuka momen kepergiannya dari Inter sembilan tahun lalu, ia menambahkan: "Inter adalah rumah saya, keluarga saya."
"[Massimo] Moratti adalah teman, presiden saya. Kisah treble memang fantastis."
"Setelah [final Liga Champions] di Madrid, jika saya pulang ke San Siro untuk melakukan selebrasi, saya tidak akan pernah meninggalkan Inter. Ketika Anda mengucapkan selamat tinggal kepada keluarga, itu adalah hal tersulit untuk dilakukan."
"Malam itu saya sudah tahu bahwa saya akan pergi, saya tidak bisa menolak Real Madrid untuk ketiga kalinya."
Mantan manajer Chelsea tersebut kini berstatus tanpa klub sejak dipecat Manchester United pada Desember tahun lalu.


