Jose Mourinho mengatakan Christian Eriksen sudah langsung memberitahunya bahwa tidak akan meneken kontrak baru ketika dirinya menjadi pengganti Mauricio Pochettino sebagai manajer Tottenham Hotspur.
Eriksen menuntaskan transfer senilai £17 juta ke Inter Milan pekan ini, yang mengakhiri kiprah tujuh tahun sang gelandang di London utara.
Gelandang berusia 27 tahun itu harus menunggu untuk bisa meninggalkan Spurs pada Januari ini, setelah pada akhir musim 2018/19 lalu sudah mengungkapkan hasrat untuk mencari tantangan baru.
Ia sebenarnya lebih berpeluang besar pergi secara gratis pada musim panas mendatang karena sama sekali tidak ada tanda-tanda akan memperbarui kontrak di Spurs, namun Inter datang pada musim dingin ini dengan tawaran menarik.
Mourinho juga mengungkapkan alasan di balik minimnya peran Eriksen bagi Spurs selama masa kepemimpinannya, itu tak lepas dari niat sang pemain internasional Denmark yang menyatakan ingin hengkang sejak November lalu.
"Sudah lama, kami saling tahu," ungkap Mourinho. "Kami tidak mengatakannya [kepada publik] karena perjanjian moral dengannya, tapi sejak hari pertama saya tiba di sini, ia sudah mengatakan kepada saya bahwa tidak akan meneken [kontrak baru]."
"Jadi, itu adalah pengalaman dan cara yang cerdas bagi saya dan Tuan [pemilik klub, Daniel] Levy dalam menangani situasi."
"Bagi saya, itu untuk mencoba mempertahankan pemain yang tanpa motivasi besar tapi masih memiliki rasa profesionalisme yang baik dan rasa hormat besar kepada klub untuk memberi kami apa yang ia bisa lakukan."
"Dan Tuan Levy pada sisi bisnis melakukan langkah hebat dengan sisa enam bulan dalam kontraknya."
"Saya mencoba membujuk Toby [Alderweireld untuk meneken kontrak baru] ketika Toby mengatakan kepada saya bahwa ia memiliki keraguan, tapi Christian mengatakan kepada saya bahwa telah mengambil keputusan dan tidak mungkin [saya membujuknya bertahan]. Dari momen itu, saya mencoba untuk membangun tim tanpanya."
"Itulah alasan mengapa saya tidak memainkannya dalam begitu banyak kesempatan. Pada saat yang sama, Christian menjadi sosok profesional yang baik dan memiliki respek pada klub dan rekan-rekan, saya tahu dengan beberapa batasan - selalu ada batasan dengan seorang pemain dalam situasi seperti ini - bahwa sampai hari terakhir, ia berusaha membantu tim dan menjadi sosok yang positif di ruang ganti, yang telah dilakukannya."




