Mantan kiper nomor satu Brasil Julio Cesar menyebut memilih Jorge Jesus sebagai pelatih terbaik yang pernah membesutnya ketimbang Jose Mourinho.
Cesar yang mengoleksi 87 caps untuk Brasil antara 2004 dan 2014, telah menghabiskan tujuh tahun bersama Inter Milan dan menjadi salah satu pemain kunci skuad treble di bawah komando Mourinho pada 2009/10.
Pada akhirnya Cesar meninggalkan Giuseppe Meazza pada 2012 untuk mencicipi tantangan baru di Inggris bersama Queens Park Rangers namun dia hanya bertahan dua tahun di Loftus Road untuk bergerak ke Portugal.
Kiper tangguh ini berkostum Benfica di bawah arahan Jesus di musim 2014/15 dan meraih double di Lisbon.
Cesar mengaku terkesan dengan taktik yang diramu Jesus yang dirasakannya berbeda dengan arsitek-arsitek tim lainnya.
Periode paling sukses Cesar adalah ketika dia bekerja bersama Mourinho namun dia merasa Jesus berada di level yang berbeda terkait pengetahuannya soal sepakbola.
"Saya menggemari hasil kerjan Jesus. Dia punya sesuatu yang lebih. Ini saya katakan tanpa merendahkan yang lain," tuturnya di Caioba Game Show.
"Mourinho adalah puncak karier saya. Periode sukses di Inter, tetapi antara Mourinho dan Jesus, saya pilih Jesus."
"Secara taktik dia absurd. Sepakbola selalu ada di pikirannya. Dia pernah mengatakan: 'Semua orang bermain bola, dengarkan, pahami sepakola karena hanya sedikit yang mengerti'."
"Saya masih ingat saat tiba di Benfica. Saya belajar banyak hal-hal yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya. Bayangkan, saya sudah berada di senja karier, di usia 34, memenangkan banyak gelar dan telah mencatatkan nama di sejarah sepakbola."
"Terkait manajemen, Jesus punya pengetahuan segudang."
Mourinho meninggalkan Inter untuk Real Madrid pada 2010, sebelum balik ke London untuk menangani Chelsea lagi dan sedikit berpetualang bersama Manchester United.
Pelatih asal Portugal itu sekarang bersama Tottenham Hotspur, sementara Jesus kembali ke Benfica setelah lima tahun menjauh dari Estadio Da Luz.
Manajer berusia 66 tersebut membesut Sporting CP, Al-Hilal dan Flamengo setelah meninggalkan Benfica pada 2015 namun kembali dengan kontrak dua tahun pada Agustus lalu.
