Lionel Messi Josep Maria Bartomeu Barcelona GFXGetty/Goal

Mosi Tidak Percaya Dilanjutkan, Posisi Bartomeu Di Barcelona Kian Gawat

Posisi Josep Maria Bartomeu sebagai presiden Barcelona di ujung tanduk. Ia terancam lengser dini dari kursinya sebelum akhir tahun setelah mosi untuk mendepaknya memperoleh lampu hijau untuk dilanjutkan.

Kampanye Mes que una Mocio (Lebih dari sekadar Mosi) untuk menggulingkan Bartomeu diluncurkan Agustus silam menyusul kabar menghebohkan perihal keinginan Lionel Messi untuk meninggalkan klub.

Diinisiasi oleh calon presiden Jordi Farre, petisi ini juga didukung oleh dua kandidat lainnya, Victor Font dan Lluis Fernandez-Ala, plus delapan kelompok fans Blaugrana, dan berhasil mengumpulkan lebih dari 20 ribu tanda tangan anggota klub pada pertengahan September.

Rabu (7/10) ini, mosi tidak percaya tersebut akhirnya diverifikasi dan secara sah telah melewati ambang batas yang dibutuhkan, yaitu minimal 16.521 vote, untuk bisa dilanjutkan ke tahapan berikutnya.

Dengan demikian, Barcelona kini harus menetapkan sebuah tanggal dalam tempo 20 hari ke depan untuk menggelar referendum terkait nasib Bartomeu. Untuk memberhentikan paksa sang presiden, dibutuhkan 66,6 persen suara dari total 154 ribu anggota klub.

Kalau itu tercapai, klub kemudian mesti mengadakan pemilihan presiden baru.

Tanpa referendum pun sebenarnya masa jabatan Bartomeu akan habis tahun depan dan ia tak bisa mengikuti pilpres lagi yang sedianya dijadwalkan Maret 2021.

Namun, banyak yang menuntut suksesor Sandro Rosell itu untuk cepat-cepat angkat kaki karena kepemimpinannya dinilai sangat buruk dan membuat Barcelona mendapat rapor negatif di dalam maupun luar lapangan, berpuncak pada keinginan pergi Messi kendati akhirnya ia memutuskan bertahan.

Musim lalu menandai kampanye nirtrofi pertama bagi Blaugrana sejak 2008, sementara Senin (5/10) kemarin klub mengumumkan kerugian total €97 juta untuk musim 2019/20, dengan utang yang membengkak dua kali lipat menjadi €488 juta.

Iklan