Alberto Moreno tak ragu untuk mengejek Manchester United setelah kemenangan Villarreal di final Liga Europa atas Setan Merah, dengan eks penggawa Liverpool itu menyanyikan "You'll Never Walk Alone" saat selebrasi juara.
Wakil La Liga itu menang dalam drama adu penalti yang menegangkan untuk merebut trofi kontinental pertama, usai David de Gea gagal mengeksekusi tendangan penalti yang menjadi titik penentuan karena bola dimentahkan oleh Geronimo Rulli.
Moreno termasuk di antara mereka yang menjadi eksekutor penalti Villarreal, selepas dimasukkan dua menit jelang waktu normal laga berakhir. Pemain Spanyol itu masih memiliki ikatan emosi dengan Liverpool, sehingga begitu senang merayakan kemenangan atas United selaku rival.
Moreno, dengan medali pemenang di lehernya, mengatakan dalam rekaman video langsung di Instagram terkait respons Villarreal usai mengalahkan United: "Vamos! You'll never walk alone! You'll never walk alone!"
Pemain berusia 28 tahun itu menambahkan: "Untuk semua fans Liverpool, vamos! Man United? Kalah! Kalah, Man United, kalah. You'll never walk alone. Siempre [selamanya] Liverpool."
Moreno bergabung dengan Liverpool dari Sevilla pada musim panas 2014 dan menghabiskan lima tahun di Inggris. Ia membuat 141 penampilan untuk Liverpool sebelum kembali ke tanah airnya.
Moreno tidak selalu menjadi pemain reguler selama waktunya di Merseyside, tapi nasibnya kini berbalik 180 derajat usai pernah menjadi sasaran kritik atas kekalahan Liverpool di final Liga Europa dari Sevilla pada 2016 lalu.
"Saya masih belum memahami banyaknya kritikan yang muncul," kata Moreno kepada The Guardian. "Pada gol pertama mereka mengecoh saya, tentu saja, tapi saya adalah seorang bek. Ada banyak pemain yang mengecoh Sergio Ramos, bek sentral terbaik di dunia. Mengapa saya tidak boleh?"
"Sampai hari ini saya tidak mengerti mengapa saya dikritik habis-habisan, ketika segenap tim tidak bermain bagus. Hanya saya yang disalahkan tapi tidak apa-apa. Orang-orang menyalahkan Anda. Hanya Anda. Seperti hanya saya yang kalah di final. Sulit. Anda tidak bisa melupakannya."
"Anda lihat koran, media sosial - saya biasanya tidak terlalu memperhatikan media sosial karena semuanya tidak benar - dan membaca banyak hal. 'Alberto, Alberto, Alberto, Alberto.' Saya mungkin akan meninggal sebelum bisa memahami mengapa saya disalahkan."




