Massimiliano Allegri menegaskan bahwa bursa transfer Januari tidak akan menyelesaikan semua masalah Juventus tapi setidaknya bisa meringankan.
Sang pelatih kembali ke Turin dengan hasil–jika bukan performa–yang telah meningkat dalam beberapa pekan terakhir.
Juve secara mengejutkan mengungguli Chelsea untuk finis di posisi teratas fase grup Liga Champions. Si Nyonya Tua akan menghadapi Villarreal pada babak 16 besar. Sementara perolehan 13 poin dari lima laga teraktual di Serie A bikin mereka merangsek ke urutan kelima klasemen sementara.
Namun, tidak ada yang bisa menyembunyikan fakta bahwa komposisi skuad Allegri tidak cukup bagus.
Lini tengah Juventus tampil jelek dan minim kreativitas, sementara lini depan mereka sangat boros peluang. Le Zebra cuma mencetak 27 gol dalam 19 pertandingan liga – tidak ada tim lain di papan atas yang mencetak gol lebih sedikit dari catatan tersebut.
Jelas, Juve butuh perbaikan di kedua lini itu untuk menjaga peluan memenangkan trofi utama musim ini. Tapi masalah keuangan klub yang masih berlangsung mengindikasikan tidak ada kans bagi mereka untuk mendatangkan pemain bintang pada bursa transfer musim dingin ini.
Jadi, apa plan Juve untuk sisa bulan ini? GOAL coba merincinya…
POTENSI MASUK
Bukan rahasia lagi bahwa Juve sedang mencari pencetak gol yang andal. Kepergian Cristiano Ronaldo ke Manchester United, tepat sebelum penutupan jendela transfer musim panas, tidak menguntungkan sama sekali.
Bianconeri berhasil membawa kembali Moise Kean dari Everton, tapi penyerang berbakat itu baru mencetak empat gol hingga saat ini di lintas ajang.
Sementara Alvaro Morata tidak lebih baik, jadi tidak mengherankan jika Juve tidak berniat mengaktifkan opsi pembelian untuk striker yang dipinjam dari Atletico Madrid itu.
Memang, Juve masih bisa senang karena Barcelona telah menyetujui kontrak 18 bulan dengan pemain yang baru mencetak tujuh gol di Serie A musim ini itu.
Klub Katalunya kini tinggal menyelesaikan transfer dengan Atletico, tapi Juve tidak akan biarkan sang pemain pergi sampai mereka mendapatkan pengganti, mengingat kubu Turin tidak tertarik untuk mengambil Memphis Depay atau Ousmane Dembele dari Barca sebagai bagian dari kesepakatan.
Dusan Vlahovic adalah impian dan pemain Serbia itu ingin melakukan perjalanan yang selalu kontroversial dari Florence ke Turin, tapi Juve saat ini tidak dalam posisi kuat untuk merekrut salah satu pemain No.9 yang paling diminati dan tengah dalam performa terbaik itu.
Getty/GOALFiorentina meminta €80 juta untuk pemain yang juga menarik minat klub-klub Liga Primer Inggris. Imbasnya, Juve harus mencari pemain lain untuk saat ini, dengan kesepakatan pinjaman adalah solusi yang paling mungkin untuk masalah mencolok mereka.
Di atas kertas, kepindahan Pierre-Emerick Aubameyang tampaknya masuk akal bagi semua klub yang terlibat. Penyerang asal Gabon itu telah dicopot sebagai kapten Arsenal dan ia bebas untuk pergi. Tapi lagi-lagi, Juve tidak akan berada dalam posisi yang bagus untuk menutupi gajinya yang besar.
Duo Manchester United Edinson Cavani dan Anthony Martial juga dikaitkan, tapi keduanya tampak lebih mungkin untuk pindah ke klub lain, meski nama pertama bisa bertahan di Old Trafford untuk sisa musim 2021/22, sementara nama kedua lebih mungkin untuk hengkang ke Sevilla.
Yang jelas adalah ada ketertarikan Juve kepada striker Sassuolo, Gianluca Scamacca, yang mereka coba rekrut pada Januari lalu.
Kebetulan, Bianconeri punya hubungan yang sangat baik dengan klub yang identik dengan strip hijau-hitam tersebut. Sebelumnya, sudah ada nama Manuel Locatelli musim panas lalu yang kemungkinan bakal dipermanenkan akhir musim ini.
Getty/GOALNamun, Inter juga masuk dalam perburuan tanda tangan Scamacca dan Nerazzurri tampak lebih bersedia untuk memenuhi harga yang diminta sebesar €45 juta.
Jadi, jangan heran jika Juve akhirnya mendatangkan seseorang seperti Arkadiusz Milik atau Mauro Icardi.
Milik milik Napoli dipinjamkan ke Marseille dan seharusnya dipermanenkan musim panas mendatang, tapi striker asal Polandia itu mungkin kini sedang gelisah di Prancis lantaran ia nyaris bergabung dengan Bianconeri sebelumnya.
Kisah tersebut mirip dengan Icardi. Allegri adalah penggemar keterampilan predator mantan kapten Inter, tapi ada dua masalah di sini: gaji Icardi [€9 juta setahun] dan keengganan Paris Saint-Germain untuk membiarkan pemain asal Argentina itu pergi dengan status pinjaman.
Pemimpin Ligue 1 tersebut ingin mencari pembeli untuk Icardi, yang jarang menjadi starter di Parc des Princes, tapi Juve mungkin tidak bersedia berkomitmen untuk kesepakatan permanen demi seorang pria yang hidupnya kerap seperti opera sabun.
Sementara itu, Juventus berada di posisi yang tepat untuk datangkan gelandang Borussia Monchengladbach, Denis Zakaria, yang kontraknya bakal habis akhir musim ini dan sudah menyatakan bakal pindah.
POTENSI KELUAR
Jika Juve memiliki peluang untuk membuat langkah besar pada Januari, mereka harus menguangkan setidaknya satu pemain.
Dejan Kulusevski dapat dimonetisasi dengan mudah untuk hasilkan uang banyak. Allegri tampak tak banyak percaya dengan penyerang serbabisa itu. Pemain asal Swedia itu tampil dalam 16 laga Serie A musim ini tapi cuma empat kali sebagai starter.
Kulusevski memiliki banyak pengagum di Inggris. Arsenal, yang hampir mendatangkannya kala remaja, dan Tottenham Hotspur.
Kepindahan ke Spurs tentu tidak akan mengejutkan, mengingat direktur olahraga klub saat ini, Fabio Paratici, adalah orang yang merekrut Kulusevski dari Atalanta pasca-masa pinjaman sensasional sang pemain di Parma.
Getty/GOALAdrien Rabiot juga telah dikaitkan dengan kepindahan ke Liga Primer. Tak seorang pun di Juve meragukan bakat pemain Prancis itu, tapi ia gagal menyesuaikan penampilan dengan gajinya yang sebesar €7 juta per musim sejak di bawah Maurizio Sarri, Andrea Pirlo dan sekarang Allegri.
Terlepas dari pembicaraan tentang transfer ke Newcastle, Juve belum menerima tawaran pasti. Pihak klub jelas akan terbuka untuk menjual pemain berkinerja buruk yang hanya memiliki kontrak tersisa 18 bulan itu.
Sementara Weston McKennie telah menunjukkan sekilas yang dapat dia lakukan sejak bergabung dari Schalke, tapi ada perasaan di Juve bahwa dia tidak memiliki profesionalisme dan disiplin yang diperlukan untuk mencapai level tertinggi, yang berarti mereka akan menerima tawaran yang layak untuk gelandang asal Amerika Serikat itu.
Di lini defensif, Alex Sandro juga berpotensi dilepas setelah baru-baru ini kehilangan tempat di 11 pertama, dan bek kiri itu telah menarik minat dari klub-klub Liga Primer.
PINJAMAN
Aaron Ramsey menyajikan bukti nyata bahwa transfer gratis bisa cuma jadi ajang buang-buang duit.
Mantan pemain Arsenal itu bergabung secara gratis pada 2019, tapi dia dapat gaji tahunan sebesar €7 juta [tidak termasuk bonus]. Seperti dilaporkan Tuttosport pekan lalu, itu berarti gelandang rawan cedera itu menerima €8.928 per menit sepanjang 2021.
Juve sangat ingin melepas pemain asal Wales itu. Menemukan pembeli tampaknya tidak mungkin pada tahap ini, tapi Bianconeri berharap klub Liga Primer dapat tergoda untuk meminjamnya selama sisa musim ini.
Getty/GOALKONTRAK
Mino Raiola bikin kejutan dengan mengungkapkan pada bulan lalu bahwa Matthijs de Ligt siap untuk mengambil "langkah selanjutnya" dalam kariernya.
Bek asal Belanda itu masih memiliki dua tahun tersisa dalam kontraknya dengan Juve. Itu pun tidak ada mengandung klausul pembelian eksklusif €75m untuk Barcelona, yang selama ini kerap dirumorkan.
Angka sebenarnya adalah dua kali lipat dari jumlah itu dan sangat tidak mungkin klub manapun di Eropa bersedia membayar €150 juta untuk bek tengah ketika klausul tersebut mulai berlaku pada musim panas.
Namun, jelas bahwa Juve sekarang memiliki keputusan yang sangat sulit untuk dibuat. Memang, bahkan ada pembicaraan bahwa mereka dapat mengizinkan De Ligt pergi dengan harga yang tepat pada akhir musim untuk mendanai kepindahan Vlahovic, dan memboyong dua klien Raiola lainnya, yakni gelandang Manchester United, Paul Pogba, dan bek tengah Milan, Alessio Romagnoli, dengan status bebas transfer.
Sementara Federico Bernardeschi telah menjadi salah satu pemain Juve yang tampil lebih baik musim ini, meski kontraknya akan berakhir di musim panas mendatang dan masih harus dilihat apakah ia bersedia menerima pemotongan gaji untuk memperpanjang masa baktinya di Turin, Barcelona dilaporkan tertarik kepadanya.
Terakhir, ada Paulo Dybala. Penyerang asal Argentina itu tetap menjadi penyerang terbaik Juve. Kontraknya habis akhir musim ini dan pihak klub ingin menyelesaikan kesepakatan perpanjang kontrak sebelum sang pemain bebas untuk berbicara dengan klub lain dengan maksud pindah pada musim panas.
Namun, Dybala sekali lagi harus absen karena masalah otot. Kebijaksanaan untuk memberikan perpanjangan kontrak senilai hingga €10 juta per musim kepada pemain berusia 28 tahun itu kini dipertanyakan secara luas.
Juve kini mencari cara untuk mengubah ketentuan perjanjian, baik dengan memperpendek kontrak lima tahun yang diusulkan atau menyesuaikan gaji dengan jumlah penampilan per musim.
Hasil dari pembicaraan yang berlangsung lama ini akan berdampak besar pada aktivitas transfer Juve. Jika kompromi menemui jalan buntu, Nyonya Tua mungkin terpaksa menjual Dybala pada musim dingin ini untuk menghindari kehilangan sang pemain secara gratis pada Juli nanti.


