Striker Atletico Madrid, Alvaro Morata mengungkap periode buruk yang dijalaninya di Liga Primer Inggris bersama Chelsea, menyebut dirinya berhenti menikmati sepakbola saat berada di sana.
Pemain 27 tahun tersebut merapat ke Chelsea setelah ditebus senilai £60 juta dari Real Madrid pada musim panas 2017, meneken kontrak lima tahun di Stamford Bridge.
Ekspektasi besar lantas tertuju pada sang pemenang dua titel Liga Champions, namun pada akhirnya gagal menyesuaikan diri dengan tututan tinggi dari iklim sepakbola Liga Primer.
Morata hanya mampu mengemas 16 gol dari 47 penampilan di Liga Primer, kesulitan mengisi kekosongan posisi yang ditinggalkan oleh Diego Costa yang pindah ke Atletico.
Sang penggawa internasional Spanyol akhirnya juga ikut hengkang ke Atletico dengan status pinjaman pada musim 2018/19, sebelum statusnya menjadi permanen pada musim panas ini.
Morata mengakui bahwa kepercayaan dirinya mencapai titik terendah ketika berada di Chelsea, menyatakan bahwa ia tidak merasakan kebahagiaan di Inggris.
"Saya sudah berhenti menikmatinya [sepakbola]," ungkap Morata kepada COPE.
"Sekarang saya senang, ada saat-saat saya bahkan tidka percaya pada diri sendiri. Dalam beberapa pertandingan di Inggris, saya merasa seperti ketika rekan-rekan tanpa kawalan, saya tahu mereka berpikir saya tidak melakukan sesuatu yang baik dengan bola."
"Saya tidak merasa seperti ingin melakukan apa pun, meninggalkan rumah, berbicara dengan orang-orang, sama sekali."
"Satu-satunya yang ada dalam pikiran saya adalah pergi ke Piala Dunia, bermain dan menjadi senang, dan pada akhirnya, saya justru kebalikannya, tidak bahagia."
Morata seakan menemukan bentuk terbaiknya di Atletico musim ini, dengan telah mengemas tujuh gol dari total 13 penampilan di semua kompetisi.




