Jorthy Mokio memicu kehebohan di media sosial setelah Ajax menang tandang atas PEC Zwolle. Ajax mengunggah foto pencetak gol berusia delapan belas tahun itu di Instagram Stories seusai kemenangan 0-2 dengan emoji bendera Belgia, waarna Mokio mengoreksinya dengan mengomentari bendera Kongo.
Respons Mokio tidak muncul begitu saja. Gelandang kelahiran Gent itu sebelumnya pada tahun ini memutuskan mengubah kewarganegaraan sepak bolanya dan selanjutnya membela DR Kongo, setelah sebelumnya memainkan satu laga internasional untuk Belgia.
Di X, koreksi dari Mokio memicu reaksi panas, dengan terutama para penggemar sepak bola Belgia yang angkat suara. Di bawah sebuah unggahan yang banyak dilihat, pilihannya dirangkum oleh seorang pengguna sebagai 'ketidakberterimaan dalam satu gambar'.
Pendukung Belgia lainnya bereaksi tidak sekeras itu, tetapi tetap kritis. "Kalau pada akhirnya gagal, dia pasti akan mengingat ini," tulis seorang pengguna, sementara yang lain menyatakan bahwa federasi Belgia 'tidak seharusnya lagi membina pemain dengan dua kewarganegaraan'.
Pada saat yang sama, banyak pengguna lain justru membela Mokio. "Hormati pilihannya, sesederhana itu," bunyi salah satu reaksi, sementara pengguna lain menulis: "Apa yang tidak tahu berterima kasih di sini? Dia telah memilih Kongo dan juga menyatakannya secara terbuka."
Ajax juga diserang oleh para suporter yang menilai klub Amsterdam itu seharusnya cukup memasang bendera yang benar untuk Mokio. "Mokio ingin membela DR Kongo, jadi mari gunakan saja bendera yang benar," demikian bunyinya.




