LIPUTAN HAMZAH ARFAH DARI GRESIK
Kendati memetik kemenangan 4-2 atas Persegres Gresik United di Stadion Petrokimia kemarin sore, pelatih Mitra Kukar Yudi Suryata menyayangkan sikap pemain yang sempat meremehkan tuan rumah.
Yudi mengungkapkan, Mitra Kukar mengawali pertandingan dengan lamban, sehingga mereka tertinggal lebih dulu dari Gresik United di babak kedua. Yudi pun memberikan motivasi kepada pemain untuk bangkit di babak kedua.
“Kami bersyukur bisa memenangkan pertandingan, meskipun ada beberapa hal yang menjadi catatan. Di awal pertandingan, pemain kami terlalu percaya diri berlebihan menghadapi tim papan bawah, sehingga membuat permainan kami sangat lamban, dan organisasi attacking maupun defending sangat lemah,” beber Yudi.
“Kami kemudian melecut pemain, karena akan sangat kurang bagus kalau kami sampai pulang tanpa membawa oleh-oleh satu poin menghadapi tim yang ada di jurang degradasi. Akhirnya para pemain terlecut, dan bermain maksimal untuk membuat gol demi gol.”
“Saya bilang: 'jangan enak-enak berada di posisi sembilan, sebab kalau tidak hati-hati posisi tiga terbawah pun bisa menyalip'. Kami akhirnya bisa meng-kick balik [membalikkan keadaaan].”
Yudi juga enggan mengkritik berlebihan mengenai penampilan kiper Geri Mandagi yang sempat melakukan blunder, sehingga Arsyad Yusgiantoro dengan mudah menceploskan bola jelang babak pertama berakhir.
“Semua orang suatu saat akan melakukan kesalahan. Terlepas dari blundernya, Geri juga menyelamatkan penalti. Memang lapangannya kurang rata dan berdebu, sehingga saya minta pemain melakukan improvisasi di lapangan, dengan melihat situasi,” terangnya.
Sementara itu, Septian David Maulana yang turut menyumbang satu gol menambahkan, ia dan rekan rekannya memang sempat percaya diri berlebihan di babak pertama, yang berakibat Gresik United mampu unggul.
“Mungkin secara teknis pelatih lebih tahu, teman-teman juga sudah berjuang maksimal, dan akhirnya bisa pulang dengan tiga poin. Percaya diri boleh, tapi seperti dikatakan pelatih, terlalu percaya diri juga tidak boleh. Memang di babak pertama, Mitra Kukar seperti meremehkan, sehingga terlihat santai,” tutur David. (gk-43)

