Mohamed Sissoko - Mitra KukarGoal / Abi Yazid

Mitra Kukar Klaim Mohamed Sissoko Sah Bermain Lawan Bhayangkara FC


OLEH   MUHAMMAD RIDWAN

Keputusan Mitra Kukar memainkan Mohamed Sissoko ketika duel dengan Bhayangkara FC di Stadion Aji Imbut, Tenggarong, Jumat (3/11), ternyata berbuntut panjang. Ini karena seharusnya pesepakbola asal Mali tidak dapat diturunkan akibat larangan bermain.

Dalam surat keputusan komisi disiplin (Komdis) PSSI, yang tertanggal 28 Oktober 2017 dengan nomor 112/L1/SK/KD-PSSI/X/2017 disebutkan pemain Sissoko mendapatkan hukuman larangan dua kali bermain. Pertama, melawan Bhayangkara FC dan Persiba Balikpapan pada 11 November mendatang, serta denda Rp10 juta.

Akan tetapi, direktur operasional Mitra Kukar Suwanto, menyebutkan pihaknya belum menerima salinan surat tersebut. Maka dari itu, Naga Mekes berani menurunkan mantan pilar Liverpool ini pada partai kontra Bhayangkara FC.

Suwanto pun menjelaskan pihaknya hanya mendapatkan surat bernomor 212/NLB-LIGA1/XI/2017 saat hari H pertandingan. Di mana dalam surat ini disebutkan bek Herwin Tri Saputra dan kapten Bhayangkara FC, Indra Kahfi Ardhiyasa, yang menjalani hukuman larangan bertanding.

"Kami sudah komunikasikan dengan match commissioner sebelum bertanding dengan meyerahkan daftar pemain. Sissoko kami masukkan juga dalam susunan itu dan tidak ada masalah," kata Suwanto saat dihubungi Goal Indonesia.  

"Karena tidak ada masalah makanya kami berani memainkan dia [Sissoko]. Tapi kalau ada protes dari match commissioner ketika itu melarang Sissoko pasti tidak akan kami memasangnya," ia menambahkan.

Pernyataan bertolak belakang disampaikan COO PT LIB Tigorshalom Boboy. Menurutnya, Mitra Kukar memang tak bisa memainkan Sissoko pada laga tersebut karena sudah ada surat keputusan yang dikeluarkan oleh Komdis terkait larangan tersebut.

Namun, Tigor menyebutkan permasalahannya ini diserahkannya kepada Komdis. Mengingat, pihaknya tidak bisa mengambil keputusan hukuman sama sekali untuk klub asal Tenggarong tersebut.

"Kasus ini kami limpahkan kepada Komdis. Mereka yang berwenang untuk memberikan keputusan seperti apa kepada klub di Liga 1. Di sini kami hanya bisa menyampaikan bukti-bukti di lapangan seperi apa," ujar Tigor.   

Sementara ketua Komdis Asep Edwin, menegaskan bakal mendalami kasus tersebut. Menurutnya, saat ini pihaknya belum bisa memutuskan Mitra Kukar bakal menerima hukuman seperti apa. 

"Tunggu saja satu atau dua hari lagi sudah ada keputusan dari Komdis tentang masalah ini. Saya perlu berbicara terlebih dahulu kepada para anggota Komdis karena mereka pasti mempunyai pandangan yang berbeda-beda," ucap Asep.

Pada pertandingan tersebut Mitra Kukar berhasil menahan Bhayangkara FC dengan skor 1-1. Namun, bisa saja hasil ini berubah buat kemenangan The Guardian bila terbukti klub tuan rumah bersalah setelah putusan Komdis dikeluarkan.

Iklan
0