Oswaldo Lessa - Sriwijaya FCGoal / Abi Yazid

Mitra Kukar Jadi Penentu Nasib Oswaldo Lessa


OLEH   DONNY AFRONI & Aldi Fathir

Kegagalan meraih kemenangan di tiga laga terakhir membuat kursi pelatih Oswaldo Lessa menjadi panas. Presiden Sriwijaya FC Dodi Reza Alex telah mengultimatum Lessa agar memberikan kemenangan saat menyambut Mitra Kukar, Rabu (7/6) malam WIB.

Lessa dipanggil menghadap manajemen setelah tim kembali dari Lamongan untuk memberikan penjelasan terkait tiga laga tersebut. Pertandingan pekan kesepuluh pun menjadi penentuan nasib Lessa.

SIMAK JUGA: Kekalahan Ganggu Mental Pemain Sriwijaya FC

“Saya masih memberikan kesempatan kepada Oswaldo Lessa. Kesempatan terakhir ada di pertandingan lawan Mitra Kukar. Jika tetap gagal, kami harus segera menyelamatkan Sriwijaya FC,” tegas Dodi.

Sedangkan Lessa menyampaikan terima kasih masih diberi kesempatan menukangi Sriwijaya FC, walau di satu pertandingan. Soal target yang dibebankan, Lessa menyebut dirinya siap berusaha keras agar dapat memenuhinya.

“Saya berterima kasih, karena masih diberikan kesempatan sekali lagi. Melawan Mitra Kukar nanti seluruh tim wajib memperbaiki penampilan. Sabtu saya akan mengumpulkan pemain, dan berbicara mengenai persiapan. Soal target yang dibebankan, bagi saya wajar. Hanya dengan kemenangan serta peningkatan kualitas untuk menjawabnya,” tutur Lessa.

SIMAK JUGA: Persela Tekuk Sriwijaya FC

Di lain sisi, manajemen Sriwijaya FC telah dibanjiri tawaran sejumlah nama pelatih. Namun keputusan tetap diambil setelah pertandingan kontra Naga Mekes.

“Sudah ada yang telepon, atau mengirim email secara langsung pada manajemen untuk menawarkan pelatih. Tetapi sesuai arahan dari presiden, semuanya kami tampung dulu sembari menyelesaikan evaluasi sepuluh pertandingan pertama di kompetisi,” jelas sekretaris tim Achmad Haris.

Sementara mengenai keputusan larangan mendampingi tim di dua pertandingan dan denda Rp20 juta terhadap dirinya akibat bersitegang dengan pelatih kiper Madura United Hermansyah, Haris menyatakan, komisi disiplin (Komdis) PSSI telah bersikap tidak adil.

SIMAK JUGA: Mushafry Minta Pemain Muda SFC Lebih Berani Improvisasi

“Saya tidak pernah dimintai keterangan terkait insiden ini. Saya juga bukan orang yang melakukan sesuatu tidak ada dasarnya. Jadi Komdis seharusnya melihat sebab-akibat di balik peristiwa tersebut,” kata Haris. 

“Dia [Hermansyah] melontarkan makian tidak pantas ke Yu Hyun Koo. Selain itu saya juga dengar Hermansyah mengucapkan kalimat yang menyinggung sebuah daerah di Sumsel. Sepakbola tidak boleh dikaitkan dengan suku atau daerah. Karena itu, saya sempat adu mulut. Namun memang tindakan saya mendatangi bench lawan itu salah.” (gk-70)

Footer Goal Indonesia Instagram
Iklan

SUKA CERITA INI?

Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami

Ikuti GOAL di Google