Miralem Pjanic yakin pemecatan Massimiliano Allegri 'tidak akan ada gunanya" bagi Juventus sehingga mendukung sang pelatih untuk tetap dipertahankan.
Allegri mendapat kritik keras menyusul awal musim Bianconeri yang buruk, dengan hanya meraih dua kemenangan dalam sembilan pertandingan di semua ajang kompetisi.
Juventus menderita kekalahan beruntun dari Benfica dan Monza pada pekan lalu dan mereka kini tertinggal tujuh poin dari pemuncak klasemen sementara di Serie A Italia, Napoli dan Atalanta.
Allegri berada di bawah tekanan yang besar, namun pihak klub tidak mempertimbangkan untuk memecat dirinya dan Pjanic, mantan gelandang Juventus, yakin itu adalah pilihan yang tepat.
"Perubahan tidak masuk akal sekarang. Juventus asuhan Allegri bisa membalikkan keadaan, namun semua orang harus berefleksi," ujar Pjanic kepada La Gazzetta dello Sport.
"Tidak ada yang bisa bahagia, dimulai dengan para pemain. Allegri dan stafnya juga melakukan penilaian mereka. Musim seimbang dan apa pun masih bisa terjadi. Terkadang Anda harus menghadapi saat-saat sulit untuk merasakan kepuasan terbesar."
"Ketika momen-momen ini datang, Anda memiliki banyak keraguan dan tidak banyak kepastian. Tidak masalah siapa yang Anda hadapi," demikian pendapat Pjanic tentang krisis Juventus.
"Ini masalah psikologis, tapi saat ini percikan sudah cukup untuk membalikkan keadaan. Mereka harus tetap bersatu dan tidak mencari yang bersalah. Setiap orang bertanggung jawab atas kemenangan dan kekalahan. Saya bisa melihat banyak hal negatif, tapi dunia Juventus harus tetap bersatu."
"Klub, fans, dan tim. Juventus sudah memiliki banyak lawan, jika mereka memasuki stadion dan memiliki fans yang menentang mereka, semuanya menjadi lebih rumit."
Pjanic mencetak 22 gol dalam 178 penampilan bersama Juventus, di mana dia bermain selama empat tahun, dari 2016 hingga 2020.
Pemain berusia 32 tahun itu bergabung ke Barcelona dalam kesepakatan pertukaran dengan Arthur setelah pandemi Covid-19 dan kini sudah menandatangani kontrak dengan Sharjah Football Club setelah periode yang mengecewakan di Nou Camp.


