Perhatian di Brasil dan dunia kini tertuju pada bintang Neymar da Silva, setelah ia kembali berada di tengah-tengah kontroversi baru yang berpotensi mengancam sisa karier internasionalnya, menyusul pernyataan marahnya terhadap wasit Sávio Pereira Sampaio, setelah pertandingan timnya, Santos, melawan Remo di Liga Brasil, yang berakhir dengan kemenangan Santos (2-0).
Meskipun menang, Neymar tidak dalam suasana hati yang meriah, karena ia mendapat kartu kuning ketiga dalam 4 pertandingan, yang akan membuatnya absen dalam laga melawan Flamengo mendatang.
Setelah pertandingan, ia melontarkan pernyataan pedas terhadap wasit, di mana ia berkata: "Selalu saja begitu.. Ini tidak adil. Saya dilanggar dari belakang dan tidak ada keputusan apa pun. Saya hanya pergi untuk memprotesnya, lalu saya berkata kepadanya: 'Apakah kamu gila?' Tapi dia mengabaikan saya sepenuhnya. Saya rasa dia bangun hari ini dengan suasana hati yang buruk dan datang ke pertandingan dalam kondisi seperti itu."
Baca juga: Kini Kita Tahu Mengapa Italia Gagal Lolos ke Piala Dunia.. Permintaan Berbahaya untuk Para Pemain Sebelum Laga Melawan Bosnia!
Pernyataan Neymar, yang terekam kamera saat dia tertawa saat mengatakannya, memicu kontroversi luas di kalangan olahraga, dan mendorong Komite Disiplin Federasi Sepak Bola Brasil untuk mempertimbangkan sanksi hingga 12 pertandingan, terutama karena pemain tersebut sebelumnya terlibat dalam insiden serupa selama kariernya.
Konfederasi mendasarkan sikapnya pada kasus terbaru, ketika bek Red Bull Bragantino, Gustavo Marques, diskors selama 12 pertandingan karena pernyataan yang dianggap diskriminatif terhadap wasit wanita.
Para pengamat berpendapat bahwa Neymar mungkin akan menghadapi nasib serupa, terutama karena bahasa yang digunakannya terhadap wasit Sampaio digambarkan sebagai "menghina dan tidak sportif".
Neymar, yang berusia 34 tahun, sedang menjalani fase kritis dalam kariernya, di mana ia berusaha memulihkan performanya setelah tiga tahun dilanda cedera berulang dan penurunan performa.
Baca juga: Perjalanan Pahit Tim Arab di Piala Dunia: Situasi Ideal bagi Mesir.. Sulit bagi Maroko dan Arab Saudi.. dan Bencana bagi Aljazair
Meskipun ia memulai musim ini dengan baik bersama Santos, dengan mencetak 3 gol dan 3 assist dalam 6 pertandingan, perilakunya baru-baru ini dapat mempersulit kembalinya ke tim nasional Brasil.
Pelatih Carlo Ancelotti, yang memimpin tim nasional sejak awal tahun, mengabaikan Neymar pada periode pertandingan internasional terakhir sebelum pengumuman daftar awal Piala Dunia 2026, lebih memilih mengandalkan generasi baru pemain.
Ketika ditanya tentang kemungkinan memanggilnya, ia menjawab dengan tegas: "Kita harus membicarakan mereka yang ada di sini, yang telah bermain dan tampil gemilang. Jika Neymar bisa tampil 100% di Piala Dunia, dia akan mendapat tempat, tapi saat ini saya puas dengan skuad yang ada."
Absennya Neymar dari tim nasional sejak Oktober 2023, serta meningkatnya kontroversi seputar perilakunya di dalam dan di luar lapangan, menempatkan masa depannya di level internasional di ujung tanduk. Meskipun ia masih bermimpi untuk berpartisipasi dalam Piala Dunia mendatang yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, sanksi larangan bermain yang panjang dapat menghancurkan harapan tersebut selamanya.
Baca juga: Ketegangan di balik layar.. Bocoran mengungkap perpecahan di ruang ganti Barcelona





