Pelatih baru PSM Makassar Milomir Seslija, memastikan bukan karena negosiasi kontrak yang membuatnya telat gabung. Melainkan, karena penyelesaian dokumen administrasi untuk mendapatkan visa.
Nama Milo, sudah disinggung oleh manajemen PSM sebagai pelatih sejak pertengahan Juni lalu. Akan tetapi, ia baru diresmikan memegang Juku Eja, pada kemarin (8/7).
Sebelum diumumkan menjadi nakhoda PSM, Milo sudah lebih dulu hadir di sesi latihan. Tepatnya, ia menemani Zulkifli Syukur dan kawan-kawan berlatih pada Senin (5/7).
“Kita tahu semua sekarang masa pandemi Covid-19 sangat sulit untuk mendapatkan izin dari pihak imigrasi. Jadi tidak ada hubungannya dengan negosiasi,” kata Milo, dikutip laman Liga Indonesia Baru.
Pandemi virus corona yang terjadi sejak tahun lalu, membuat akses masuk dan keluar di negaranya menjadi sulit. Perlu perjuangan untuk mengantongi visa dari imigrasi.
Goal / Abi YazidBukan itu saja, setibanya di Indonesia, Milo wajib menjalani karantina kurang lebih satu pekan. Upaya tersebut untuk memastikan ia aman dari infeksi virus corona.
“Kurang lebih saya membutuhkan waktu 2 minggu untuk mendapatkan visa untuk datang, jadi sangat ketat di sini,” ucap sosok berusai 56 tahun tersebut.
Sepakbola Indonesia, tidak asing untuk Milo. Sejumlah kesebelasan pernah dipegangnya mulai dari Arema FC, Madura United, dan Persiba Balikpapan.
Prestasi terbaik Milo saat menukangi klub Indonesia bersama Arema FC. Ia berhasil mempersembahkan gelar juara Piala Presiden untuk Singo Edan pada 2019.
Target tinggi dipatok manajemen PSM untuk Milo pada Liga 1 2021/22. Ia diminta membawa klub yang identik dengan warna merah tersebut mengakhiri musim di papan atas.


