Miliarder blasteran Iran-Amerika Serikat Jahm Najafi dikabarkan siap mengajukan penawaran sebesar £3,1 miliar untuk mengambil alih kepemilikan Tottenham Hotspur.
Laman Financial Times mewartakan Najafi yang merupakan ketua MSP Sports Capital, bekerja sama dengan konsorsium dari berbagai investor sedang menyusun penawaran tersebut. Najafi akan mengajukan penawaran secara resmi dalam beberapa pekan ke depan.
Proposal penawaran ini akan disusun sedemikian rupa, sehingga MSP dan mitranya berkontribusi 70 persen terhadap pembelian klub, dan investor lainnya, yang kemungkinan besar berasal dari kawasan Teluk, khususnya Abu Dhabi, mengajukan 30 persen, dan diangggap sebagai 'back-up'.
“Pengambilalihan Spurs, klub yang berbasis di London utara, bisa berarti akan menghabiskan lebih banyak uang untuk memperebutkan gelar Liga Primer dan trofi lainnya,” tulis Financial Times.
Hingga saat ini manajemen Tottenham belum mengeluarkan pernyataan. Namun laman Guardian melaporkan, Tottenham hanya menyebutkan sejauh ini belum ada penawaran dari kubu Najafi.
Hanya saja, upaya Najafi untuk memiliki Tottenham diperkirakan tidak berlangsung mulus. Sebab, Tottenham tidak akan melepas klub bila harga yang diajukan tidak mencapai £4,5 miliar.
Chairman Tottenham Daniel Levy sebelumnya menyatakan pihakya selalu terbuka bila ada investor yang berminat membeli klub. Levy juga dikabar sudah melakukan pertemuan dengan sejumlah investor potensial dalam beberapa kesempatan terpisah.
Pekan lalu, Tottenham merilis hasil keuangan tahunan mereka, dan itu membuat Levy mengakui kesalahan transfer telah membebani klub. Tottenham berada di lima besar klub yang mengeluarkan banyak uang untuk mendatangkan pemain.
“Sejak membuka stadion pada April 2019, kami telah menginvestasikan lebih dari £500 juta dalam skuad tim utama pria kami dengan komitmen tambahan £47 juta di bursa Januari, karena kami terus mendukung tim di liga paling kompetitif di dunia,” tutur Levy dikutip laman Football London.
“Tingkat pengeluaran kami menunjukkan kami telah berinvestasi dalam tim yang membuat kami berada di garis tipis antara investasi jangka panjang dan pendek. Inilah mengapa rekrutmen kami harus menjadi kelas satu karena kesalahan pada level ini memiliki dampak finansial dan olahraga untuk musim mendatang.”


